Polda Kaltim Siapkan 10 Ribu Personel untuk Pengamanan Pemilu 2024

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Imam Sugianto saat memberikan keterangan Pers (Foto: Teodorus/niaga.asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA– Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan 10 ribu personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, ditambah kendaraan untuk pendistribusian logistik ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Kaltim.

“Kami menyiapkan 10 ribu pasukan yang siap berkolaborasi dengan stakeholder terkait pelaksanaan Pemilu 2024, termasuk mengenai distribusi logistik ke daerah,” kata Kapolda Kaltim, Irjen Pol Imam Sugianto pada awak media di Samarinda usai  menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan Deklarasi Pemilu Damai di Lapangan Eks Bandara Temindung Kota Samarinda, Kamis (7/9/2023).

“Kami sudah tawarkan pada KPU juga bahwa Polda memiliki kendaraan untuk pendistribusian logistik, baik melalui jalur darat maupun sungai,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah menyambut baik terkait tawaran tersebut.

“Selama ini TNI-POLRI memang menyatakan kesiapan untuk menggerakkan alat-alatnya. Tentu ini akan kami tindak lanjuti ketika masuk pada proses pengelolaan logistik. Apalagi KPU RI sudah membangun MoU dengan Polri dan TNI, itu juga akan menjadi panduan bagi kami saat melakukan tindakan di lapangan,” kata Rudiansyah pada niaga.asia.

KPU selaku penyelenggara Pemilu akan mengerahkan terlebih dahulu peralatan yang dimilikinya, sehingga jika proses pendistribusian logistik berjalan lancar ke semua kabupaten/kota, maka pihak TNI-POLRI akan fokus pada pengamanan Pemilu saja.

Ketua KPU Kalimantan Timur, Rudiansyah (Foto: Teodorus/niaga.asia)

“Apabila timeline itu tidak terpenuhi, maka mau tidak mau kita akan berkoordinasi dengan TNI-POLRI untuk mengerahkan peralatannya,” ujarnya.

Rudiansyah menyebut, bahwa untuk di Kaltim terdapat beberapa daerah yang menjadi atensi khusus dalam pendistribusian logistik. Seperti, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Berau.

Menurutnya, proses pendistribusian logistik Pemilu di Kaltim berbeda dengan di Pulau Jawa yang hanya melihat dari kuantitas penduduknya. Sementara di Kaltim akan dilihat dari letak geografis pada setiap daerah kabupaten/kota.

“Itu akan menjadi atensi tersendiri dalam pendistribusian logistik. Karena beban pendistribusian logistik di Kaltim ini bukan pada kuantitasnya tapi lebih kepada kondisi geografis. Misalnya pada saat cuaca hujan, ini akan menjadi kendala dalam pendistribusian logistik,” terangnya.

Penulis: Teodorus | Editor: Intoniswan

Tag: