PT Cakra Berkah Rejekindo Riset Mi dari Ubi Jalar

Ubi jalar. (Foto HO/NET)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Direktur PT Cakra Berkah Rejekindo, Bangkit Ariwijaya mengatakan, perusahaannya bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran produk pangan dan pertanian, berkeinginan membuat mi yang bahan dasarnya dari ubi jalar.

“Dalam mengolahnya, kami sangat membutuhkan dukungan riset dan inovasi di bidang pangan dan pertanian. Diharapkan kegiatan riset tersebut dapat mendorong pertumbuhan industri hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Bangkit usai  penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Riset Agroindustri Badan Riset dan Inovasi Nasional – PRA BRIN, di Jakarta, Jumat (1/9).

Tujuan kerja sama ini untuk melakukan riset dan inovasi teknologi proses mi kering instan, berbahan baku ubi jalar sebagai salah satu produk pangan fungsional.

Hidangan mi sebagai salah satu makanan favorit di Indonesia. Dari anak-anak hingga orang tua, gemar menyantap hidangan yang berbahan dasar tepung terigu. Sampai saat ini gandum sebagai bahan baku terigu  masih di impor.

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan tanaman budidaya yang cukup melimpah di Indonesia dan memiliki beberapa varietas. Ubi jalar menjadi sumber karbohidrat yang penting dalam sistem ketahanan pangan. Selain karbohidrat sebagai kandungan utamanya, ubi jalar juga mengandung vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan) dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa).

Sumber daya pertanian yang melimpah tanpa sentuhan teknologi menyebabkan rendahnya nilai tambah produk-produk pangan dan pertanian. Agroindustri sendiri merupakan kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku melalui rekayasa proses, penggunaan teknologi, dan manajemen.

Di Indonesia, sektor agroindustri memiliki potensi yang besar, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kondisi iklim yang mendukung, jumlah penduduk yang besar dan memiliki peran penting dalam perekonomian, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sumber: Humas BRIN | Editor: Intoniswan

Tag: