Tahun 2022 Kontribusi Sub Sektor Perkebunan Kaltim Terhadap PDRB 4,22%

Gubernur Kalimantan Timur, DR. H Isran Noor. (Foto Biro Adpim Setdaprov Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Capaian kinerja Pemerintah Provinsi Kaltim pada tahun 2022 pada lapangan usaha sub sektor perkebunan terhadap PDRB, realisasinya mencapai 4,22%, atau 81,15% dari target. Sedangkan permasalahan yang dihadapi antara lain penurunan produksi komoditi perkebunan, terutama sawit dan adanya kenaikan harga pupuk yang mempengaruhi biaya produksi.

Gubernur Kaltim, H Isran Noor  mengungkap hal itu dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban  (LKPJ) Tahun 2022 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, 28 Maret 2023, dimana Nota Pengantarnya dibacakan Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi.

Menurut Isran, solusi yang dilakukan terkait dua permasalahn di sub sektor perkebunan, pemerintah melakukan pembinaan pembinaan secara luas untuk meningkatkan produksi perkebunan dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan ketersedian pupuk bagi petani.

Sumber: BPS Kaltim

Sedangkan upaya perbaikan kedepan yang akan dilakukan, kata Isran lagi, meningkatkan produktivitas komoditas unggulan perkebunan, pengembangan komoditas unggulan nonsawit.

“Juga dilakukan peningkatan kemitraan antara petani swadaya dengan industri hilir dan meningkatkan nilai tambah dan menjaga stabilitas harga ditingkat petani. Serta pengelolaan areal perkebunan yang bernilai kmonservasi tinggi,” paparnya.

Sumber: BPS Kaltim

Gubernur juga mengatakan, sektor perkebunan memiliki peran penting dalam mesukseskan pelaksanaan strategi transformasi ekonomi Kaltim, dengan harapan ekonomi Kaltim akan berbasiskan pengelolaan sumber daya alam terbarukan dengan menitikberatkan pada upaya peningkatan nilai tambah melalui industri hilir.

“Dalam mendukung stretgi diatas, perkebunan memainkan peran yang sangat penting, mengingat perkebunan terutama kelapa sawit dan komoditas lainnya menjadi komoditas unggulan penting dalam menyediakan bahan baku untuk industri oleochemical sebagai strategi hilirisasi industri yang akan dikembangkan,” kata Isran.

Sumber: BPS Kaltim

Selain itu, perkebunan memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi baru terbarukan, serta menurunkan instesitas emisi gas rumah kaca.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan | ADV Diskominfo Kaltim

Tag: