Tiga WNI asal Tarakan di wawancara media Malaysia (foto LO Polri KRI Tawau, Malaysia, Kompol Ahmad Fadilan)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Polis Marin Semporna dan Polis Marin Tawau di wilayah laut Kelumpang, Malaysia, Selasa (17/9) mengawal sekaligus menyerahkan pemulangan tiga WNI asal kota Tarakan yang hanyut dan terdampar di Pulau Sipadan Malaysia sejak 10 September 2019, kembali ke Indonesia.

“Serah terima pemulangan WNI berlangsung pukul 7.30 Wita pagi tadi, diberangkatkan dari perairan Semporna, Sabah, Malaysia, menuju ke Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik Indonesia,” kata Liaison Officer (LO) Polri KRI Tawau, Malaysia, Kompol Ahmad Fadilan.

Sebelum dilakukan pemulangan, ketiga WNI itu pada hari Sabtu (14/9) lalu, telah dilakukan serah terima oleh Pasukan Polis Marin (PPM) Sabah kepada Konsulat RI Tawau, dan disaksikan oleh LO Polri Konsulat RI Tawau, Malaysia.

Dalam hal pemulangan ini pula, Konsulat RI di Tawau bersama LO Polri Konsulat RI Tawau, mengkoordinasikan kepada petugas pelabuhan Sungai Nyamuk dan Polsek Sebatik Timur, agar melakukan penerimaan terhadap tiga WNI.

“Setiba di perairan perbatasan Indonesia – Malaysia, PPM Sabah, akan menyerahkan pengawalan pemulangan WNI kepada otoritas Indonesia di Pulau Sebatik,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Stafnispol LO Polri KRI di Tawau Rabu (11/9/2019) menerima informasi Ketua Polis Marin Tawau, DSP Nazari perihal telah ditemukan 1 buah perahu kayu bermesin, dengan 3 orang WNI.

Perahu milik jenis Troll penangkap udang nelayan Tarakan itu, terdampar dan hanyut di wilayah perairan dekat Pulau Sipadan, wilayah Semporna akibat kerusakan pada bagian mesin pompa.

Perahu yang rencananya berlayar menuju Sungai Nyamuk memuat tiga orang WNI yaitu Herison Kawihing (56) alamat Karang Anyar, Tarakan Barat, pekerjaan mekanik, Taluddin Bin Kobbi (46) alamat Tarakan, pekerjaan nelayan, dan Jumriadi Bin Taluddin (23) alamat Tarakan, pekerjaan nelayan.

Setelah menemukan perahu, pihak Tentera Malaysia melaporkan kepada instansi Taman-Taman Sabah (Kantor Dinas Pariwisata Sabah), san kemudian memohon bantuan (PPM) Semporna guna melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Usai menjalani pemeriksaan, Stafnispol LO Polri di Tawau langsung berkoordinasi dan melakukan komunikasi kepada WNI difasilitasi oleh Ketua PPM Semporna, dan memperoleh konfirmasi bahwa kondisi WNI dalam keadaan sehat dan telah mendapatkan bantuan sepenuhnya dari pihak aparat Malaysia.

Salah seorang WNI bernama Taluddin Bin Kobbi dalam komunikasi menjelaskan, bahwa mereka pada Senin tanggal 9 September 2019 pukul 16.00 Wita berangkat dari Tarakan menggunakan perahu kayu jenis Troll penangkap udang.

Tujuan mereka ke Sungai Nyamuk ingin membeli mesin bekas mobil truk Toyota Dyna, untuk dibawa ke Tarakan. Mesin tersebut akan dibeli oleh Herison yang berprofesi sebagai seorang mekanik dan mempunyai bengkel sendiri di Tarakan. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *