UANG
Sekretaris Disdikbud Nunukan H. Tuwo didampingi mantan Kasi Pembinaan H. Mansur menyerahkan uang pembinaan kepada Muhammad Zulkifli dan Ismail, perwakilan pelajar berprestasi di OSN dan O2SN di aula Disdikbud Nunukan. (Foto: Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Senyum-senyum kebahagian tampak diraut wajah para pelajar sesaat menerima  amplop yang dipastikan berisi uang pembinaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai reward kepada pelajar berprestasi dibidang pendidikan dan olahraga (OSN/)2SN).

Amplop – amplop berisi uang diberikan kepada 55 orang pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tahun 2017 yang berhasil menjuarai Olimpiade Saint Nasional (OSN) dan Olimpiade olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kabupaten Nunukan.

Uang pembinaan diserahkan secara simbolis oleh  Sekretaris Disdikbud Nunukan, H Tuwo kepada dua orang perwakilan pelajar SMP disaksikan oleh mantan Kepala Seksi Pembinaan Siswa Disdikbud Nunukan,  H Mansur. “Iya benar sempat tertunda setahun, harusnya diberikan tahun 2017, namun baru tahun 2018 bisa terlaksana,” kata Mansur.

Ribut Soal Amplop Kosong: Kadisdikbud Nunukan Minta Wartawan Adil

Mansur yang kini menjabar Sekretaris pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan sengaja diminta untuk hadir menyaksikan penyerahan uang pembinaan, sebab program tersebut masuk dalam bidang pembinaan yang dulu tugasnya sebelum pindah ke Bawaslu.

Mansur menyebutkan, uang pembinaan diberikan kepada 15 orang pelajar berprestasi dengan rincian 9 orang pelajar SMP/MTs pemenang OSN tingkat Kabupaten Nunukan ditambah 6 orang pelajar SDN/MI pemenang OSN Tingkat Kabupaten Nunukan. “Pelajar OSN SDN dan SMP Juara I menerima uang Rp 500.000, juara II Rp 300.000, juara III Rp 200.000, jumlah mereka 15 orang,” ujarnya.

Berbeda dengan pelajar SD dan SMP pemenang O2SN yang berjumlah 40 orang, pemberian reward  terbilang lebih besar dari OSN. Pemkab Nunukan memberikan juara pertama Rp 1.000.000,oo juara II Rp750.000 ,dan juara III Rp500.000.

Dari dua kegiatan OSN dan O2SN, Disdikbud Nunukan mengalokasikan anggaran besar Rp 36.000.000. Anggaran ini masuk dalam kegiatan tahun 2018 sebagai pengganti kegiatan tahun lalu yang batal terlaksana karena kondisi keuangan daerah defisit. “Tahun lalu kita anggarkan, cuma dipenghujung tahun ada pemangkasan anggaran hingga terjadilah penundaan pembayaran,” beber Mansur.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan atas postingan akun Facebook Agus Setiansyah Idris Shaleh yang menuliskan Dunia Pendidikan Kabupaten Nunukan tepat 1 tahun tanggal 2 Mei 2017, adik kami murid SDN 07 Nunukan mendapatkan reword uang pembinaan sebesar Rp 500.000, tetapi sayangnya isi amplop kosong.

Pemilik akun Facebokk Agus Setiansyah Shaleh kepada wartawan mengaku tidak memiliki niat buruk terhadap tulisannya, semua itu sekedar mengingatkan kepada pemerintah agar tidak lagi mengulang kejadian yang sama di tahun berikutnya. “Waktu 02 Mei 2017 adiknya Aulia Natasia diundang menerima piagam penghargaan, kebetulan ada amplop uang pembinaan, ternyata isi amplop kosong,” sebutnya. (002)

 

 

Berita Terkait