Rumah beton yang menyita perhatian berada di bibir Sungai Karang Mumus. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemkot Samarinda hari ini kembali melakukan pembongkaran bangunan di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM). Bangunan permanen konstruksi beton yang belakangan adalah rumah sewaan menyita perhatian.

Tim gabungan Pemkot, seperti diantaranya Satpol PP, dibantu Polresta Samarinda, Brimob Polda Kalimantan Timur dan TNI, tiba di kawasan Jalan Dr Soetomo sekitar Gang Nibung hingga pertigaan Jalan Pahlawan mulai pukul 07.00 Wita.

Kali ini, Pemkot terpaksa menutup akses Jalan Pahlawan dan Jalan Dr Soetomo, untuk memudahkan aktivitas pembongkaran, dan lalu lalang truk untuk mengangkut sisa bahan bangunan pascapembongkaran.

Barang milik penghuni bantaran SKM (Foto : Niaga Asia)

Meski ada aksi demo masyarakat yang masih berkutat meminta ganti rugi, Pemkot bergeming dan tetap melakukan pembongkaran, dengan bantuan pengamanan aparat.

Ada pemandangan yang menarik di bantaran sungai, deretan gang Nibung di pinggir Jalan Dr Soetomo. Tidak ada menyangka, di balik yang semula pagar kayu, berdiri kokoh bangunan permanen berkonstruksi beton. Lokasinya berada di bibir sungai.

Niaga Asia mencoba mendekati bangunan itu. Belakangan diketahui, itu adalah bangunan permanen yang ditinggali warga. Oleh pemiliknya, bangunan itu pun memang disewakan.

“Iya, ini bangunan permanen beton. Bangunan baru, belum ada setahun. Disewakan,” kata salah seorang warga, Ilham, ditemui Niaga Asia, di lokasi pembongkaran, Selasa (5/8) siang.

Di depan rumah beton disebut warga adalah rumah yang disewakan (Foto : Niaga Asia)

Kini rumah beton itu sudah dibongkar, termasuk konstruksi dindingnya. “Di sekitar ini rumah sewaan. Termasuk di depan rumah beton ini, rumah kayu yang juga disewakan,” ujar Ilham.

“Padahal kan tidak boleh dibangun. Apalagi bangun bangunan permanen seperti ini, di pinggir sungai. Ini sudah niat betul mau ninggali,” celetuk salah seorang petugas.

Masih di lokasi pembongkaran, ditemui Niaga Asia terpisah, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Samarinda Boy Leonard Sianipar menerangkan, rencana ada 40 rumah yang akan dibongkar hari ini.

“Segmen I 26 rumah. Kalau waktu memungkinkan, sampai 40 rumah berikutnya. Termasuk yang sebagian rumah dibongkar sendiri pemiliknya, itu juga kita hitung,” ujar Boy.

Meski sempat diadang warga dengan aksi unjukrasa namun kegiatan pembongkaran tetap berjalan dengan pengamanan aparat. (Foto : Niaga Asia)

Masih dari pantauan Niaga Asia di lokasi, bahan bangunan seperti papan dan kayu bekas, selain diangkut sendiri oleh pemiliknya, juga diangkut oleh petugas ke atas truk. Termasuk, petugas PLN di lokasi, membenahi jaringan listrik pascapembongkaran.

Selain itu juga, terlihat pasukan huru hara (PHH) Brimob Polda Kalimantan Timur, ikut menyiagakan water canon, guna mengantisipasi terjadinya aksi massa menolak kegiatan pembongkaran yang diselenggarakan Pemkot.

“Ada 483 personil gabungan, dan 1 kompi Brimob terlibat dalam kegiatan hari ini,” kata perwira Polresta Samarinda, Kompol Nono Rusmana. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *