aa

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Provinsi Kalimantan Timur (Gabungan Kota Samarinda dan Kota Balikpapan) pada November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,25 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 1,80 persen.

“Khusus di Kota Samarinda pada November 2019 terjadi inflasi 0,27 persen dan di Kota Balikpapan inflasi sebesar 0,14 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Anggoro Dwitjahyono dalam rilisnya, Senin (2/12).

Menurut Anggoro, inflasi di Kaltim dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 0,88 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan dengan inflasi sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga dengan inflasi sebesar 0,02 persen.

“Sementara itu kelompok transportasi dan komunikasi mengalami deflasi sebesar -0,01 persen dan kelompok sandang dengan inflasi sebesar -0,32 persen,” ujarnya.

Diterangkan, dari 82 kota pantauan IHK nasional, Bulan November 2019 yaitu sebanyak 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 3,30 persen dan terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,01 persen.

“ Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar -1,06 persen dan terendah di Kota Batam dan Denpasar sebesar -0,01 persen,” Anggoro memaparkan. (001)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *