Cerita Relawan Blusukan Parit Cari Bocah Hilang Terseret Arus Banjir di Samarinda

Relawan Dedy Putra yang membantu pencarian dengan menyisir saluran air mulai dari parit hingga gorong-gorong, Selasa 7 Maret 2023 (istimewa/HO/JKS)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Relawan kemanusiaan di Samarinda menjadi salah satu unsur pencarian dan pertolongan (SAR) yang berpartisipasi aktif membantu pencarian Toriq, 8 tahun, yang dilaporkan hilang diduga terseret arus banjir hari Senin. Bersama warga, mereka menelusuri saluran parit, drainase hingga gorong-gorong.

Korban Toriq hilang diduga terjatuh di parit Jalan Pasundan RT 29. Sebelum kejadian dia bermain bersama teman-teman seusianya. Pencarian relawan bersama warga dilakukan sejak Senin sore hingga malam hari.

Penelusuran dan penyisiran parit, saluran drainase hingga gorong-gorong sejauh lebih dari 1,5 kilometer dimulai dari titik perkiraan kejadian hingga Jalan Gunung Cermai dan muara saluran ke Sungai Mahakam di Jalan RE Martadinata, simpang tiga Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Samarinda.

BACA JUGA :

Bocah Hilang Terseret Arus Banjir di Samarinda

Lengkap dengan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu bot, relawan mencoba menelusuri saluran-saluran itu. Sekilas mungkin terlihat mudah, hanya berjalan menyisir saluran-saluran itu. Seperti yang dilakukan hari ini, penyisiran hingga 500 meter.

“Kami menemukan sampah-sampah dan pipa-pipa,” kata Dedy Putra, relawan satuan RTS, ditemui di kawasan simpang tiga BTN, Selasa.

Relawan saat memasuki saluran air dalam operasi SAR hari Selasa 7 Maret 2023 (istimewa/HO/JKS)

Dalam penyisiran ditemukan saluran bercabang tiga. Di dalam gorong-gorong misalnya, kondisinya cukup sempit.

“Kondisi sempit. Arus air deras dan dalam. Ada titik lumpur tapi tidak terlalu dalam,” cerita Dedy Putra.

Dalam penyisiran, Dedy juga berbekal head lamp sebagai alat penerangan. Temperatur udara di dalam gorong-gorong cukup menguras tenaga.

“Udara pengap,” Dedy Putra menambahkan.

Unsur SAR gabungan melakukan penyisiran di Sungai Mahakam, Selasa 7 Maret 2023 (handout/Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda)

Di sisi lain, Basarnas bersama unsur SAR lainnya juga melakukan pencarian dan penyisiran di Sungai Mahakam yang dimulai pukul 07.00 Waktu Indonesia Tengah, hingga sejauh 4 kilometer dari titik perkiraan korban terseret arus (Last Known Position/LKP). Di antaranya menggunakan perahu karet.

“Pencarian SAR gabungan hingga jam 5.50 sore ini hasil sementara nihil (belum menemukan korban). Pencarian dilanjutkan hari Rabu pagi besok,” kata Riqi Efendi, Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: