aa
Hj Sarifatul Sya’diah S.Pd M.Si, Wakil Ketua Sementara DPRD Berau.

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Siapa nama wakil ketua I DPRD Berau periode 2019-2024 dari Partai Golkar masih tanda tanya sebab, DPP Partai Golkar belum menentukan dari sejumlah nama yang diusulkan DPD Partai Golkar Berau.

“Kami masih menunggu satu nama dari  DPP Golkar  dari beberapa nama yang diusulkan DPD Golkar Berau jadi wakil ketua,” kata Hj Sarifatul Sya’diah S.Pd M.Si dari Partai Golkar dan saat ini  menjabat sebagai Wakil Ketua Sementara  DPRD Berau kepada media ini, Jumat (30/8/2019).

Dijelaskan, DPD Golkar Berau sudah mengusulkan nama-nama, selain dirinya sendiri, kata Sarifatul, ada juga nama  Subroto, Elita Herlina, Ratna, Andi Amir, Sri Kumala. “Prosedurnya sendiri, nama-nama yang diusulkan Golkar Berau disampaikan  DPD Golkar Provinsi Kaltim untuk diseleksi, setelah itu Golkar Kaltim nama-nama hasil seleksinya ke DPP untuk ditetapkan duduk sebagai wakil ketua,” tambahnya.

Sarifatul yang sebelumnya diperiode 2014 – 2019 menjabat sebagai Ketua DPRD Berau ini menambahkan, meskipun dalam aturan partai perolehan suara terbanyak akan menduduki kursi unsur pimpinan Dewan. Tetapi DPD Partai Golkar Kabupaten Berau tetap mengusulkan semua kadernya yang terpilih menjadi anggota Dewan, agar tetap profesional.

Ia memperkirakan DPP belum memutuskan nama untuk jadi wakil ketua DPRD Berau, murni karena kesibukan di DPP, karena yang harus ditetapkan untuk seluruh Indonesia atau karena kesibukan Ketum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartanto yang  juga menjabat sebagai seorang menteri.

“Terus terang kami sendiri juga tidak tahu, kapan DPP Partai Golkar membuat keputusan, siapa diantara nama – nama yang diberi mandat duduk sebagai unsur pimpinan DPRD Berau secara definitif, tapi kami optimis dalam waktu dekat pasti sudah ada keputusan,” ungkapnya.

Kalau pun sudah ada putusan, sambung wanita berhijab ini, nama tersebut akan diserahkan ke Pemerintah Daerah (bupati), kemudian dikirim Pemprov, setelah itu baru bisa diparipurnakan di DPRD Berau, untuk mengikuti pengambilan sumpah unsur pimpinan.

Diakuinya Sarifatul, dalam aturan partainya siapa yang mendapatkan suara terbanyak pada saat pesta demokrasi Pileg April 2019 lalu, maka dialah yang akan menduduki kursi pimpinan Dewan. “ Tetapi kami tidak mau gegabah, kami tetap mengikuti aturan partai, apa pun keputusannya, tetapi kami hormati,” urainya.(008)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *