aa
Warung Tahu Sumedang sepi setelah jalan tol dioperasikan. (Foto Agus Tianur)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Sejak jalan tol Balikpapan-Samarinda dioperasikan empat hari lalu, jalan arteri Samarinda-Balikpapan mulai sepi dan memukul usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada. Warung Tahu Sumedang, Warung Kopi Panjang di kimometer 61-62 lengang, begitu juga dengan Warung Soto Amado sebelum Batuah.

Agus Tianur, warga Samarinda yang masih menggunakan jalan arteri, Rabu (25/12) menuliskan di akun medsosnya keadaan menjadi terbalik setelah jalan tol dioperasikan.

“Ketiga warung itu yang sebelumnya  merupakan tempat-tempat favorit bagi warga Samarinda dan Balikpapan untuk beristirahat ketika melakukan perjalanan. Kini keadaannya sunguh sangat kontradiktif – untuk tidak menyebutnya sebuah ironi  di bandingkan saat-saat  hari libur sebelum dibukanya Jalan Tol Balsam,” ungkapnya.

aa
Warung Panjang juga terdampak jalan tol. (Foto Agus Tianur)

Ketiga tempat tersebut menjadi sebuah representasi betapa besarnya pengaruh jalan tol bagi ratusan bahkan mungkin ribuan keluarga yang menggantungkan  ekonominya dari aktivitas lalu lintas jalan Samarinda Balikpapan.

“Sekarang dari penjual oleh2, toko kelontong, pedagang buah, rumah makan, bengkel mobil, dan lainnya, pasti merasakan kesedihan yang mendalam , karena sumber utama penopang kehidupan ekonomi mereka mengalami ,penurunan pendapatan yang sangat berarti,” kata Agus.

Menurutnya, itulah potret dampak pembangunan, di satu sisi ada yang diuntungkan, namu sisi lain ada banyak juga kelompok masyarakat yang bernasib pilu dari aktivitas pembangunan. “Semoga keadaan ini tidak berlangsung lama, dan mereka dapat beradaptasi dan terlatih dalam mencari peluang2 usaha lain demi keberlanjutan kehidupannya, Amin,” ungkap Agus. (001)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *