Penduduk Samarinda Pengguna Bahasa Daerah Tinggal 18,64%

Hampir 100 persen penduduk Samarinda berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. (Foto Ilustrasi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Jumlah penduduk Kota Samarinda pada bulan September 2020 menurut hasil SP2020 (Sensus Penduduk 2020) sebanyak 827.994 jiwa.  Berdasarkan hasil Long Form  SP2020 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda akhir Januari 2022 melaporkan, penduduk Samarinda yang menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan keluarga sebanyak 18,64% dan yang menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dengan tetangga atau kerabat sebanyak 7,52%.

“Jadi sebagian besar (80% lebih) penduduk Kota Samarinda dalam berkomunikasi sehari-hari baik dalam keluarga, tetangga atau kerabat, dan di luar rumah menggunakan bahasa Indonesia,” kata Kepala BPS Kota Samarinda, Roosmawati dalam laporan BPS tentang Hasil Long Form SP2020 di Kota Samarinda yang dipublis sejak akhir Januari lalu di laman BPS Samarinda.

Hasil Lonng Form SP2020 di Samarinda, kata Roosmawati, 100% dari  semua generasi menggunakan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Angka persisnya 99%  generasi Post Gen Z, generasi Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer menggunakan bahasa Indonesia.

Sedangkan Generasi Pre Boomer atau penduduk berumur 77 tahun ke atas sebanyak 94,64% juga menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi, sisanya tinggal 5,36% masih menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi.

Menurut Roosmawati, meski penduduk Samarinda yang menggunakan bahasa daerah semakin sedikit dalam berkomunikasi dalam keluarga, dengan tetangga atau kerabat, tapi sebarannya bisa ditemukan pada semua generasi.

Sumber: BPS Kota Samarinda.

Pada anak Post Gen Z atau anak usia 0-9 tahun si Samarinda masih ada sebanyak 1,07 persen  yang menggunakan bahasa daerah, di generasi Z (10-25 tahun) 2,93%, pada generasi Milenial (26-41) sebanyak 7,59%, generasi X (usia 42-57) 12,61 masih menggunakan bahasa daerah.

“Kelompok generasi terbesar yang masih menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi adalah Pre Boomer atau penduduk usianya 77 tahun ke atas, jumlahnya 22,33% dan Baby Boomer (58-76 tahun) sebanyak 16,38%,” ungkap Roosmawati.

Menurut Roosmawati, meski pengguna bahasa daerah tinggal sedikit jumlahnya di Samarinda, tapi ada juga hal yang mengembirakan, dimana di generasi Post Gen Z, Generasi Z maupun Milenial, masih bisa menggunakan bahasa daerah, selain bahasa Indonesia dalam berkomunikasiI.

“Sebanyak 19,11% generasi Milenial di Samarinda bisa menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi,” pungkasnya.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan | Advetorial Diskominfo Samarinda

Tag: