sman
Main “kotor” di  penerimaan murid baru di SMAN 2 Samarinda.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Penerimaan murid baru di Samarinda untuk jenjang sekolah menengah atas, baik di SMA Negeri maupun SMK Negeri dilaporkan sejumlah orangtua di media sosial sangat kacau dan kotor.

Penebar kekacauan dan kekotoran itu juga dari oknum orangtua murid yang memanipulasi data keluarga untuk kepentingan anaknya masuk ke sekolah yang difavoritkan. Permainan “kotor” itu disebutkan, antara lain membuat kartu keluarga (KK) di zona sekolah favorit dalam radius kurang dari 1 kilometer, sehingga si anak bisa masuk ke sekolah yang dimaksud lewat jalur bina lingkungan.

Bahkan yang lebih fatal lagi, ada oknum orangtua yang sebenarnya kondisi ekonominya tergolong mampu membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM) agar diterima di sekolah yang difavoritkan. “Sudah sangat tidak fair persaingan dalam mendapatkan sekolah di SMAN/SMKN di Samarinda,” kata sejumlah orangtua yang merasa telah jadi korban permainan “kotor” dalam penerimaan murid baru di SMA Negeri 2 Samarinda kepada Niaga.Asia, Senin (9/7).

Para orangtua tersebut meminta pengawas sekolah SMAN/SMKN se-Samarinda melakukan pemeriksaan mendalam terhadap berkas persyaratan anak didik yang diterima di semua sekolah dan memberikan sanksi kepada orangtua dan kepala sekolah yang telah membiarkan dokumen fiktif sebagai alas hak diterima di sebuah sekolah.

Orangtua yang anaknya gagal masuk ke SMAN 2 Samarinda, sebut saja Ratih (bukan nama sebenarnya)  mengaku, nilai anaknya lumayan bagus yakni 280 lebih dan  berdomisili kurang dari 1 kilometer dari SMAN 2 Samarinda, tapi ditolak untuk diterima lewat jalur prioritas bina lingkungan. “Saya sampai heran, anak-anak dari mana saja yang telah diterima sehingga membuat anak saya tidak bisa diterima,” kata Ratih.

Para orangtua juga melihat kepala sekolah tidak teliti memeriksa tanggal, bulan, dan tahun pembuatan KK yang dijadikan orangtua sebagai dasar memasukkan anaknya ke sekolah yang difavoritkan. “Memang boleh masuk jalur prioritas dengan KK dekat sekolah, tapi syaratnya KK diterbitkan 6 bulan sebelumnya, atau KK yang dibuat bulan Desember 2017. Ini KK baru dibuat diterima sekolah sebagai jalur bina lingkungan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Hj Dayang Budiarti belum bisa dikonfirmasi atas kekacauan penerima murid baru jenjang SMAN/SMKN di Samarinda. Telepon maupun pesan singkat yang dikirim Niaga.Asia sejak hari Senin (9/7), hingga berita ini ditayangkan belum ditanggapi. (001)

Berita Terkait