Penjelasan Polisi Terkait Relawan di Samarinda Diduga Meninggal Tidak Wajar

Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Ary Fadli (niaga.asia/Saud Rosadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Polisi merespons dugaan Rahmadani, 40 tahun, salah seorang relawan di Samarinda, meninggal tidak wajar akibat dikeroyok. Penyelidikan awal mengungkap Rahmadani, yang akrab disapa Dani, terjatuh sendiri di area tempat karaoke di Jalan Gatot Soebroto dalam kondisi mabuk.

Dugaan ketidakwajaran meninggalnya Dani, di antaramya dilihat dari hidungnya yang mengeluarkan darah. Diduga juga terdapat memar.

Penyelidikan saat ini, kepolisian masih meminta keterangan saksi-saksi berkaitan kejadian itu. Hasil penyelidikan awal terungkap, di antaranya dari rekaman kamera CCTV.

“Untuk sementara hasilnya, dari penyelidikan awal, yang bersangkutan mabuk,” kata Komisaris Besar Polisi Ary Fadli, Kepala Polresta Samarinda, dikonfirmasi niaga.asia, Senin 12 Februari 2024 malam.

Ary bilang dalam kondisi mabuk, Rahmadani kemudian terjatuh. Di mana, kejadian itu terekam melalui kamera CCTV sekitar kejadian.

“Terjatuh itu ada rekamannya (rekaman CCTV). Kemudian istrinya dipanggil, karena yang bersangkutan tidak bisa membayar. Sehingga istinya yang membayar tagihan di tempat (karaoke) itu,” ujar Ary Fadli.

“Kemudian setelah itu (yang bersangkutan) mau diajak pulang. Karena mabuk berat maka ditinggal,” Ary Fadli menambahkan.

Baca jugaRahmadani, Relawan di Samarinda Diduga Meninggal Tidak Wajar

Masih dari keteramgan istrinya, yang bersangkutan apabila dibawa pulang ke rumah tidak jarang kemudian muntah.

“Keterangan istrinya, biasanya juga mabuk, dibawa pulang sering muntah. Akhirnya ditinggal di tempat (karaoke) itu. Jadi itu sementara keterangannya seperti itu,” sebut Ary Fadli.

“Jadi sementara keterangan awal seperti itu. Tapi detilnya, konfirmasi kembali ke Kapolsek Pinang (Kepala Polsek Sungai Pinang Ajun Komisaris Polisi Rachmad Aribowo). Tapi laporan sementara seperti itu. Detilnya tolong pastikan lagi (ke Kapolsek Sungai Pinang),” Ary Fadli menjelaskan.

Merespons ada tidaknya tanda-tanda kekerasan pada Rahmadani, Ary meminta untuk dikonfirmasi lebih lanjut ke Kepala Polsek Sungai Pinang AKP Rachmad Aribowo.

“Coba pastinya ke Kapolsek ya,” sebut Ary Fadli.

niaga.asia mencoba mengkonfirmasi Kepala Polsek Sungai Pinang AKP Rachmad Aribowo melalui telepon, dan sudah mengirimkan pesan WhatsApp. Namun empat kali panggilan telepon belum direspons yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: