Program Ketahanan Pangan Bisa Dilaksanakan Jika Ada Peran Serta Masyarakat

Muhammad Samsun. (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun  meyakini, program ketahanan pangan bisa dilaksanakan jika ada peran serta masyarakat melalui  padat karya, dan mengedepankan nilai-nilai gotong royong.

“Meski anggaran ketahanan pangan di satu dusun hanya Rp2,5 miliar, bisa digunakan secara maksimal dan bermanfaat,” kata Samsun saat meninjau  meninjau program Pemprov Kaltim terkait ketahanan pangan  di Desa Buana Jaya di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar beberapa waktu lalu.

Mengingat Kaltim yang diproyeksikan sebagai Ibu Kota Negara (IKN), kata samsun, DPRD Kaltim berharap program-program yang bersifat untuk pengembangan ketahanan pangan bisa dimaksimalkan pada masa mendatang.

“Ada beberapa kegiatan. Contohnya seperti normalisasi sungai, pintu air, jembatan, gorong-gorong, dan mengecek dam. Kondisi sawah sekarang ada yang kerendam tapi tidak separah yang dulu,” ujarnya.

Selain itu, ada satu lagi  “pekerjaan rumah”  yakni normalisasi  anak sungai ke Sungai Plajuan yang terhubung ke Tanjung Batu, agar sawah petani tidak lagi kebanjiran dan sawah jadi produktif, bisa panen 3 kali panen dalam 1 tahun.

“Sungai Plajuan sendiri secara kewenangan mungkin masuk wilayah Balai Wilayah Sungai (BWS). Sehingga APBD Kaltim belum bisa masuk ke sana dan kita akan berkoordinasi dengan BWS. Sebab, Sungai Plajuan melintasi dan manfaatnya bisa berdampak pada lahan persawahan 6 desa,” beber Samsun lagi.

Desa-desa yang bisa jadi lumbung pangan antara lain Desa  Karang Begal, Bukit Raya, Manunggal Raya, Tanjung Batu, Loa Lepuh, dan Bangun Rejo. Luas lahan sawah di desa-desa tersebut ada 2.000 hektar dengan rata-rata produksi 4 ton per hektar, dan satu tahun masih 2 kali panen.

“Kelompok tani di desa-desa tersebut ada kelompok tani,” ujar Samsun.

Sementara  Kades Buana Jaya, Harnoto  menyampaikan bahwa keluhan para petani sejauh ini perihal air. Kehadiran program ini menurutnya sudah cukup bermanfaat. Namun karena hujan terus mengguyur belakangan ini, dia pun tak bisa mengelak.

“Pihaknya berharap, ada normalisasi sungai agar Buana Jaya bisa maksimal dan meningkat,”  katanya. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *