Ar (16) tersangka kasus pencurian motor saat diperlihatkan kepada media, Kamis (5/9) sore. (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ar, remaja 16 tahun di Samarinda, meringkuk di penjara Polsek Samarinda Kota. Dia ditangkap Rabu (2/9) dini hari, saat hendak menjual motor matic yang dia curi Kamis (29/8) pagi. Alasan remaja hanya lulusan SMP itu hanya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

“Saya curi motornya pakai kunci serep,” kata Ar, ditemui di Mapolsek Samarinda Kota, Kamis (5/9) sore.

Ar menerangkam, motor yang dia curi, tidak lain adalah motor temannya sendiri, di Jalan Pelita IV. “Saya sering ke rumahnya, main ke rumahnya. Saya lihat ada kunci serep motor tergeletak, itu saya ambil,” ujar Ar.

“”Rencananya kemarin saya mau jual Rp 2,5 juta, tapi belum kesampaian. Iya, saya ditangkapnya waktu kemarin saya jual ke orang, dan dia tahu saya jual motor curian karena tidak ada surat-suratnya,” aku Ar.

Ar mengaku, penghasilan kesehariannya tidaklah cukup untuk biaya hidupnya. “Saya tiap hari jadi pemarut kelapa di pasar Kedondong. Paling tidak, setelah saya jual, uangnya buat makan,” ungkap Ar, yang mengaku pertama kali mencuri hingga berurusan dengan polisi.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Abdillah Dalimunthe mengatakan, sebelum beraksi, pelaku memang kerap keluar masuk rumah korban, tak lain adalah temannya.

“Pas rumah kosong, pelaku kemudian menemukan kunci serep motor tergeletak. Setelah dia ambil, dia masuk dari pekarangan rumah, dan bawa kabur motor berbekal kunci serep itu,” jelas Dalimunthe. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *