Para WNI penerima bantuan paket sembako pemerintah Indonesia yang disalurkan Konsulat RI Tawau, Sabah Malaysia. (foto : Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Indonesia melalui perwakilan luar negeri Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau, Sabah, Malaysia membagikan paket sembako kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di wilayah Tawau.

Staf Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat RI di Tawau, Emir Faisal mengatakan, membagian sembako bertujuan membantu mengurangi beban hidup para WNI, selama pemberlakuan kebijakan pembatasan pergerakan, oleh pemerintah setempat.

“Di wilayah Tawau dan Malaysia lainnya sedang berlaku Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) terkait merebaknya wabah virus corona (Covid-19),” kata Faisal, Selasa (14/4).

Pemberlakuan PKP Malaysia atau lockdown dimulai sejak tanggal 18 – 31 Maret 2020 dan diperpanjang hingga tanggal 14 April 2020, Kemudian, diperpanjang kembali sampai dengan 28 April 2020.

Berkaitan dengan keadaan itu, Konsulat RI Tawau sebagai perwakilan pemerintah Indonesia, menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para WNI terdampak, berupa paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie instan, makanan kaleng dan lain-lain.

“Setiap hari ratusan paket sembako disiapkan, dan dibagikan kepada para WNI dengan pengawalan dari pihak kepolisian setempat,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini pula, Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo berpesan, agar pendistribusian paket bantuan bisa sampai kepada masyarakat WNI yang benar-benar membutuhkan, sehingga tepat sasaran.
Khusus untuk para petugas, Sulistijo meminta agar tetap menjaga diri, menghindari kemungkinan dapat tertularnya virus, dan mengikuti aturan sesuai standar kesehatan yang sudah ditetapkan

“Petugas pendistribusian sembako diingatkan tetap menjaga jarak, dan lengkapi diri dengan pelindung seperti masker, sarung tangan serta handsanitizer,” terangnya.

Dikatakan Emir, para WNI yang diprioritaskan penerima bantuan adalah mereka para pekerja lepas yang berdomisili di wilayah Tawau dan sekitarnya. Seperti, pelayan warung-warung makan kecil, nelayan-nelayan kecil, tukang potong rumput, buruh bangunan.

Adapun para pekerja kebun sawit khususnya di perusahaan-perusahaan besar. Meskipun para pekerja ini diliburkan karena perusahaan tidak diperbolehkan beroperasi, namun sesuai peraturan pihak perusahaan, masih tetap harus membayarkan gaji seperti biasa selama masa pembatasan pergerakan.

“Konsulat RI Tawau telah menyampaikan surat kepada pihak Syarikat/Ladang untuk tetap memberikan perhatian kepada para pekerja Indonesia di saat PKP,” jelasnya.

Kegiatan pendistribusian bantuan itu, dilakukan setiap hari dimulai tanggal 2 April 2020 dan nantinya, diharapkan dapat menjangkau seluruh WNI yang benar-benar membutuhkan di wilayah kerja.

Hingga hari hari ke-13 pendistribusian, tercatat sedikitnya 4.535 orang WNI telah menerima paket bantuan. Selanjutkan, pihak Konsulat masih terus melakukan pendataan keberadaan para WNI dengan mendatangi langsung wilayah yang menjadi titik-titik konsentrasi WNI.

“Kalau cara online, harus mengisi formulir melalui aplikasi media sosial resmi Facebook milik Konsulat. Kami juga melibatkan guru-guru CLC yang tersebar di wilayah Tawau untuk turut menyebarluaskan informasi,” pungkasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *