aa
Ilustrasi pramugari dan pesawat Air Asia. Rencananya, maskapai berbiaya rendah itu membuka rute Samarinda tujuan Kuala Lumpur PP. (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bandara APT Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, terus jadi incaran maskapai. Terbaru, Air Asia, menyatakan minatnya membuka rute baru Samarinda (AAP) tujuan Kuala Lumpur (KUL) PP.

Pertumbuhan penumpang yang cukup signifikan di Bandara APT Pranoto sejak diresmikan Presiden Joko Widodo 25 Oktober 2018 lalu, dan juga bandara tersebut jadi salah satu bandara di kota penyangga ibu kota negara (IKN) baru, jadi alasan maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier) itu melirik Samarinda.

Perwakilan manajemen Air Asia telah bertemu pengelola Bandara APT Pranoto, Senin (4/11) lalu. Niatan rute baru disampaikan setelah sebelumnya, telah melakukan survei.

“Air Asia meminta slot untuk penerbangan Samarinda ke Kuala Lumpur,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, dalam keterangan resmi dia di kantornya, Jumat (9/11).

Kendati demikian, menindaklanjuti itu, pembukaan rute antarnegara untuk penerbangan internasional dari dan ke Samarinda, menurut Dodi, saat ini dalam kajian Kemenhub. “Iya, keinginan Air Asia itu karena Samarinda, kota penyangga IKN,” ujar Dodi.

Dodi menerangkan, di sisi lain, mulai akhir tahun ini bakal dilakukan perubahan cukup signifikan di Bandara APT Pranoto. Seiring dengan perbaikan taxiway dan pemasangan kelengkapan Air Field Lighting (AFL) seperti lampu runway, lampu taxiway serta lampu apron, mulai 20 November 2019 hingga 15 Desember 2019.

Pembenahan itu seperti pemasangan solar cell dari perusahaan Perancis untuk menambah, dan menunjang ketersediaan pasokan listrik operasional bandara, digitalisasi operasional bandara, penyediaan air bersih siap minum oleh investor Australia, serta penataan taman di areal bandara, agar menjadi lebih hijau dan asri.

Selain itu juga, pemasangan karpet dan penataan tempat duduk di terminal, yang bakal menyerupai yang tersedia di Bandara Internasional Changi di Singapura, dan pemasangan Instrument Landing System (ILS) oleh Air Nav Indonesia di 2020 mendatang.

Di samping itu, program Kemenhub melakukan perpanjangan runway dari 2.250 meter menjadi 3.000 meter, serta perluasan bangunan terminal menjadi 120 ribu meter persegi, penambahan taxiwat serta perluasan apron hingga nanti bisa menjadi parkir 10 pesawat. Kegiatan ini dilakukan mulai tahun 2020-2023.

“Nilai investasi pemasangan solar cell dari perusahaan Perancis Rp 20 miliar, dan bakal jadi pilot project bagi bandara lain di Indonesia. Perubahan di Bandara APT Pranoto, sebagai bandara di kota penyangga IKN,” demikian Dodi. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *