Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina. (Foto : ismail /niaga.asia)

BONTANG.NIAGA.ASIA – Ketua Komisi III Amir Tosina meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, menindaklanjuti wacana pemindahan bandara yang berada di Area Objek Vital PT Badak NGL, Rabu (23/10) siang.

Dijelaskan Amir, keberadaan bandar udara tersebut sangat berbahaya, karena jarak antara bandara dan kilang gas PT Badak berdekatan dengan permukiman penduduk. Sehingga, potensi bencana bisa terjadi kapan saja.

“Kalau saya tidak salah ingat, 2008 lalu pernah disosialisasikan terkait perpindahan bandara PT Badak. Tapi hingga kini tidak ada kelanjutannya,” katanya

Selain menyoroti keberadaan bandara, Amir juga meminta BPBD Bontang agar memperhatikan keberadaan tangki-tangki milik PT Pupuk Kalimantan Timur, yang berisikan Amoniak. Pasalnya apabila terjadi kebocoran pipa amoniak, maka akan langsung berdampak kepada masyarakat, terutama mereka yang bermukim di sekitaran perusahaan yakni warga Loktuan dan Guntung.

“Ini perlu disikapi secara serius, karena dua perusahaan ini tanpa kita sadari salah satu penyumbang dampak akan bencana di Kota Bontang. Maka dari itu lebih baik kita mencegah sebelum terjadinya bencana di kota Bontang,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang Ahmad Yani akan langsung menindaklanjuti akan hal tersebut, “Secepatnya akan kami tindak lanjuti,” singkat Yani. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *