aa
Tiga mesin PLTD dalam perjalanan dari PLTD Batu Sopang menuju Pulau Sebatik (Foto PT PLN Cabang Berau)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Desakan pemerintah daerah meminta perbaikan pelayanan kelistrikan di Kabupaten Nunukan akhirnya berbuah manis dengan akan terpasangnya 3 unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) masing-masing kapasitas 1.000 Kilowatt.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Pemkab Nunukan, Hasan Basri Mursali mengatakan, pemasangan 3 unit mesin adalah menjawab  hasil pertemuan yang digelar Bupati Nunukan bersama PT PLN (Persero) Cabang Berau bulan September lalu.

“Pengiriman 3 unit mesin adalah realisasi dan komitmen hasil pertemuan yang digagas Bupati bersama PT PLN Cabang Berau menyikapi pemadaman listrik,” katanya, Sabtu (5/10/2019).

Pemerintah daerah miliki keterbatasan dalam mengatasi krisis listrik di Nunukan, namun begitu, Bupati Nunukan memiliki tanggung jawab atas keadaan dan situasi keluhan masyarakat umum.

aa

Untuk mengetahui situasi tersebut, Bupati Nunukan bersama Sekretaris Daerah memanggil kepala PLN Cabang Berau Hendra Irawan datang ke Nunukan meminta penjelasan dan mengidentifikasi permasalahan.

“Pemerintah memiliki keinginan kuat mengatasi permasalahan kelistrian, tapi keinginan itu dibatasi kewenangan,” kata Hasan.

Hasan menyebutkan, tiga unit mesin  yang didatangkan berkapasitas 3 x 1.000 KW telah dilakukan pengiriman PLTD Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur  menggunakan kapal LCT tanggal 3 Oktober 2019 dengan estimasi pengiriman selama 4 hari. Sedangkan untuk perakitan mesin memerlukan waktu 3 minggu sejak tiba di PLTD Sei Nyamuk Sebatik.

Terpasangnya 3 unit mesin  diharapkan dapat mengatasi krisis listrik akibat  adanya gangguan pada beberapa mesin  di PLTD Sei Bilal Nunukan dan PLTD Sei Limau Sebatik yang menyebabkan pasokan daya menurun.

“Tiga mesin akan dipasang di Sebatik, sambil berjalan, teknisi PLN juga sedang memperbaiki kerusakan mesin PLTD di Sei Bilal yang progress mencapai 80 %,” bebernya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Nunukan Rahmat A Widodo menyebutkan, bahwa pengiriman 3 unit mesin adalah  solusi jangka pendek memenuhi kebutuhan pelanggan listrik di Nunukan dan Sebatik.

“Progres jangka panjang tetap menuggu realisasi PLTMG 10 MW Mansapa Nunukan,” ungkapnya.

Masuknya 3 mesin baru diharap menjadi back up bagi mesin PLTD yang usianya lumayan tua. Kerusakan mesin pasti terjadi apabila penggunaan selalu dalam posisi maksimal tanpa mesin cadangan.

Belum lagi turunnya daya suplay mesin PLTMG milik PT Bugak dari 6 KW menjadi 3 KW, hal-hal inilah yang mengakibatkan terjadi pemadaman listrik bergilir siang dan malam di wilayah Pulau Nunukan dan Sebatik.

“Kemapuan mesin PLTD  lama terbatas dan hanya untuk jangka pendek, perlu terobosan baru  menambah pembangkit menggunakan energi  gas atau air,” katanya (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *