Dirut BRI, Sunarso, saat memberikan keterangan kepada pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (24/6). (Foto: Humas/Agung)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Penguatan fasilitas likuiditas pada Himpunan Bank Pemerintah (Himbara) memiliki konsekuensi harus me-leverage dalam bentuk ekspansi kredit, terutama untuk menggerakkan sektor riil, dan lebih spesifik lagi ekonomi grassroot atau yang sering disebut UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso, saat memberikan keterangan kepada pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (24/6).

Untuk itu, Dirut BRI menyampaikan bahwa Himbara sudah komitmen untuk menumbuhkan ini tiga kali lipat dalam waktu 3 bulan dan khusus BRI rencana ekspansi sebutlah kalau misalnya nanti mendapat Rp10 triliun misalnya, maka harus tumbuh Rp30 triliun.

”Kami komitmen untuk mencapai lebih dari itu, lebih dari itu, karena kami sudah punya target-target. Target market-nya kalau saya sampaikan bahwa segmennya dalam UMKM kemudian sektornya kami juga sudah seleksi akan lebih kami harapkan ke sektor yang mendukung sektor pangan,” ujar Dirut BRI.

Selain itu, Dirut BRI juga menjelaskan fokus lain seperti fasilitas kesehatan, obat-obatan, dan pangan tetap yang utama. Ia juga menambahkan dari segi sasaran wilayah juga sudah memetakan terhadap seluruh wilayah di Indonesia per provinsi, bahkan BRI mayoritas mengarah ke area pedesaan di rural.

”Mudah-mudahan rencana ini benar-benar mampu menggulirkan dan mengungkit kembali pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Dirut Bank Mandiri dan BTN

Sementara itu, Dirut Bank Mandiri, Royke Tumilaar, juga menyampaikan apresiasi terhadap kesempatan yang diberikan Pemerintah untuk penempatan dana yang relatif murah itu. ”Jadi kita memang sudah mempersiapkan setelah kita melakukan restrukturisasi. Periode restrukturisasi yang kita mulai dari akhir Maret sampai dengan Juni kami juga sudah siap Mandiri telah siap untuk melakukan ekspansi,” kata Dirut Mandiri.

Menurut dia,  ekspansi yang akan dilakukan terutama di daerah-daerah yang punya kesempatan untuk diberikan pertumbuhan, terutama daerah wisata, perdagangan, dan sektor-sektor lain yang bisa menjadi tumpuan supaya sektor UMKM bisa cepat pulih kembali.

Senada dengan Dirut BRI dan Bank Mandiri, Dirut BTN Pahala N Mansury, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia yang memberikan kepercayaan. BTN fokusnya adalah kepada sektor perumahan, tentunya komitmen BTN dari dana yang ditempatkan akan melakukan ekspansi sampai dengan 3 kali dari jumlah yang ditempatkan.

”Fokus kami nanti 40 persen akan disalurkan tentunya kepada KPR bersubsidi, di mana pada saat yang sama juga saat ini sedang berjalan paket stimulus kedua,” jelas Dirut BTN.

Pada kesempatan itu, Dirut BTN juga menyampaikan telah diberikan kepercayaan juga untuk bisa menyalurkan kurang lebih sekitar 146.000 rumah bersubsidi dan total yang nanti akan disalurkan sampai dengan akhir tahun diperkirakan sekitar Rp18 sampai dengan Rp20 triliun.

”Selain itu, juga tentunya kredit konstruksi yang terkait dengan KPR bersubsidi dan juga untuk KPR nonsubsidi. Jadi kami optimis bahwa harapan yang ditaruh pada Bank BTN ini akan bisa terlaksana,” pungkas Dirut BTN. (*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *