aa
Mengawali peringatan hari jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb tahun 2019, Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, Wakil Bupati, H Agus Tantomo, anggota DPRD Berau, pemangku adat, serta Forkopimda hadir di acara Manguati Banua di Keraton Sambaliung, Minggu (15/9/2019). (Foto Rozy/Niaga.Asia)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Memasuki rangkaian memperingati hari Jadi Kabupaten Berau ke 66 dan Kota Tanjung Redeb ke 209, tradisi budaya turun – temurun Manguati Banua, atau yang disebut mengobati kampung, Minggu (15/9) , digelar di halaman Keraton Sambaliung.

Acara tersebut dibuka dan dihadiri  langsung Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, Wakil Bupati, H Agus Tantomo, anggota DPRD Berau, pemangku adat, serta Forkopimda, keluarga besar sesepuh Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Dalam kesempatan tersebut, Muharram mengatakan bahwa mengobati sesuatu ada dua cara, yakni yang pertama mengobati secara lahiriyah, dan yang kedua dengan cara bathiniyah. Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur adalah kerajaan yang dilatarbelakangi muslim, maka tentu dengan cara – cara Islam lah sesuai tuntunan Allah SWT dan Rosullah yang harus diikuti dengan sebaik – baiknya.  Karena paling afdol, dan itulah yang digariskan Allah SWT dan Rasul-nya.

“Karena itu momen hari Manguati Banua ini tidak lain maknanya adalah memohon pertolongan kepada Alah SWT, agar kita tidak diberikan musibah oleh Allah SWT. Itulah inti dari pada budaya ini,” Ungkap Muharram.

Dijelaskan pula, untuk mengobati lahiriyah, maka tambang – tambang yang selama ini merusak permukaan bumi ini, maka lahan – lahan eks tambang harus direklamasi. “ Tujuan direklamasi ini agar dapat ditumbuhi lagi oleh makhluq – makhluq allah SWT, yakni tumbuh – tumbuhan dan hewan,” ungkapnya.

Tetapi kalau ingin mengobati secara bathiniyah Allah SWT memberikan bagaimana caranya, seperti firman Allah yang ada dalam Al-Qur’an, sekiranya penduduk suatu bumi atau daerah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT menurunkan berkah, baik dari langsit atau dari bumi.

“Maka jika suatu keberkahan itu agar turun ke bumi, maka tiada lain caranya, selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, karena Allah SWT lah yang berhak menurunkan berkah itu melalui kekuasaannya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ini dari momen semua ini, jika ingin keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT, maka sebagai hamba kembali kepada ajarannya, menjalankan perintahnya, dan menghindari larangan – larangannya, dan selalu senantiasa mendekatkan diri ke Allah SWT, karena itulah jalan terbaik untuk mendapatkan keselamatan. Baik di bumi maupun akhirat nanti.

aa
Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, Wakil Bupati, H Agus Tantomo, anggota DPRD Berau, pemangku adat, serta Forkopimda duduk bersama sesepuh Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur di  di acara Manguati Banua di Keraton Sambaliung, Minggu (15/9/2019). (Foto Rozy/Niaga.Asia)

Muharram juga merasa bangga dan berterimakasih kepada panitia penyelenggara, yang telah berinisiatif mengemas acara tersebut, dan diharapkan momen seperti ini dipertahankan, tetapi yang lebih subtansi, agar mendapatkan keberkahan dan ridlo dari Allah SWT.

“ Karena itu, mari kita doakan pemangku adat keraton Sambaliung dan keraton Gunung Tabur, termasuk keturunan – keturunannya, serta masyarakat Berau selalu diberi kesehatan, umur panjang dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” harapnya.

Perlu diketahui juga, sambung Muharram, dua kesultanan inilah yang mengawali melakukan perjuagan kemerdekaan melawan penjajah pada saat itu, keringan dan darah para pejuang ini tidak dapat dibayar dengan uang, tetapi diharapkan mendapat balasan dari Allah SWT.

“Karena itu saya selaku Bupati, Wakil Bupati dan jajaran Pemkab Berau memohon maaf sedalam – dalamnya, jika dalam memimpin banyak kelahan maupun kekhilafan mohon dimaafkan. Jika selama ini adalah penilaian positif itu bukan karena Bupati dan Wakil Bupati, tetapi semua itu berkat semua pihak yang ikut berpartisipasi dan mendukung jalannya pembangunan di Bumi Batiwakal ini. Karena itu mari kita memohon kepada Allah SWT, agar Kabupaten Berau selalau diberkahi Allah SWT, karena tidak ada kesuksesan tanpa ridlo dan berkah dari Allah SWT,” pungkasnya. (008)

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *