aa

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Muhammad Yusuf berharap, seluruh masyarakat Kutim bisa ikut mensukseskan minum obat pencegahan filariasis secera serentak. (Foto: istimewa)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Tahun ini adalah tahun kelima pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) filariasis, di Kabupaten Kutai Timur. Kepala Dinas Kesehatan Kutim melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Muhammad Yusuf berharap, seluruh masyarakat dapat mengkonsumsi obat tersebut.

“Minimal 85 persen dari jumlah penduduk, dengan kententuan diatas dua (2) tahun sampai 70 tahun,” ungkap Yusuf saat ditemui awak media belum lama ini.

Yusuf menuturkan, setelah selesai 2019 ini, maka tahun 2020 akan dilakukan pre test (assesment) untuk disurvei kembali, untuk mengetahui ada tidakmya mikro filarial red di Kutai Timur. Apabila hasilnya di bawah 1 persen, makan obat secara massal tidak akan diulang lagi. Namun, jika di atas 1 persen (1 per 1.000 penduduk), maka akan diulang lagi.

Agar pemberian obat pencegahan masal filariasis sesuai dengan yang diharapkan, Dinkes Kutim kata Yusuf, telah melakukan pertemuan dengan 21 Kepala UPT Puskesmas, Camat dan Kades. Dia berharap, kerjasama semua lintas sektor dan tanggungjawab, mulai dari Camat, Kades bahkan sampai RT dalam pencegahan penyakit kaki gajah di Kutim.

“Pelaksanaan bulan eleminasi kaki gajah, mulai tanggal 1-30 Oktober 2019, pelaksanaannya serentak seluruh Indonesia. Kita berharap, ketua RT dapat membentuk pos POPM pencegahan filariasis. Ketua RT memantau semua warganya makan obat,” terang Yusuf.

Lebih jauh Yusuf menjelaskan, ada 2 capaian cakupan berdasarkan data penduduk, yakni minimal 65 persen. Berdasarkan jumlah sasaran minimal 85 persen, (data tahun 2018) jumlah sasaran di Kutai Timur, baru mencapai 80 persen. Tetapi ada beberapa Kecamatan yang menjadi perhatian, karena capaiannya baru 48 persen. Dimana, salah satunya adalah kecamatan Batu Ampar.

“Nah ini yang menjadi menjadi perhatian kita. Kita harapkan dengan telah adanya pertemuan kemarin, semua melihat capaian masing-masing kecamatan. Sehingga tahun ini, pencapaian diharapkan bisa capai 85 persen,” kata Yusuf. (hms15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *