aa
Ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Negara China masih menjadi tujuan utama ekpsor Kaltim, baik ekspor migas maupun non migas pada bulan Februari 2020. Selain China, negara lainnya yang juga tujuan ekspor Kaltim adalah Jepang, dan Malaysia, serta India.

Nilai ekspor Kaltim sendiri pada Februari 2020 mencapai US$ 1,23 miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,85 persen dibanding dengan ekspor Januari 2020. Sementara bila dibanding Februari 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,93 persen.

Demikian disampaikan Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwi Tjahyono dalam keterangan resminya dalam jaringan (daring), Rabu (1/4/2020).

Sedangkan nilai ekspor barang migas Februari 2020 , menurut Dwi mencapai US$ 174,86 juta, naik 19,08 persen dibanding Januari 2020. Sementara ekspor barang non migas Februari 2020 mencapai US$ 1,06 miliar, turun 3,52 persen dibanding Januari 2020.

“Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur periode Januari-Februari 2020 mencapai US$ 2,48 miliar atau turun 5,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2019,” ujar Dwi, seraya menambahkan, dari seluruh ekspor periode Januari-Februari 2020, peranan ekspor barang migas mencapai 13,00 persen sedangkan peranan ekspor barang non migas mencapai 87,00 persen.

Dijelaskan, barang dari Kaltim yang menurun nilai ekspor di Februari 2020 adalah ikan, krustase, moluskan, dan invertebrata lainnya sebesar 31,03 persen. Sedangkan barang dari kaltim yang naik nilai ekspornya di bulan yang sama adalah residu dan sisa dari industri sebesar 316,03 persen.

“Penurunan nilai ekspor bulan Februari  disebabkan menurunnya nilai harga barang bahan bakar nonmigas sebesar 7,5 persen,” kata Dwi.

Nilai ekspor migas Kaltim ke China bulan Februri, menurut Dwi tercatat US$ 69,62 juta, ke Jepang US$ 81,51 juta, dan ke Malaysia US$ 23,73 juta. Peran ketiga negara itu 100 persen. Persentase kenaikan terbesar ekspor migas Februari dibandingkan Januari 2020 ke China, naik 204,60 persen, yaitu dari US$ 22,86 juta menjadi US$ 69,62 juta.

Sedangkan nilai ekspor non migas Kaltim ke China bulan Februri, menurut Dwi tercatat US$ 304,36 juta, ke Jepang US$ 97,76 juta, dan ke India US$ 219,58 juta. Peran ketiga negara itu 100 persen. Persentase kenaikan terbesar ekspor migas Februari dibandingkan Januari 2020 ke China, naik 204,60 persen, yaitu dari US$ 22,86 juta menjadi US$ 69,62 juta.

“Peranan ketiga negara tersebut dalam ekspor non migas Kaltim mencapai 58,78 persen terhadap total ekspor bulan Februari 2020,” ungkap Dwi.

Penurunan nilai ekspor non migas Kaltim pada Februari dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor ke beberapa negara dibandingkan bulan Januari. Ekspor ke Jepang menurun 17,83 persen, sedangkan persentase kenaikan terjadi ke negara Malaysia, yaitu 37,17 persen. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *