Hotel Mercure Jalan Mulawarman Samarinda yang akan menjadi arena debat Wali Kota Samarinda, Minggu (18/10) lusa. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – KPU Kota Samarinda menggelar debat kandidat Wali Kota, Minggu (18/10) malam, di Ballroom Hotel Mercure Samarinda. Ketiga pasang calon diwanti-wanti untuk menahan kedatangan pendukung, simpatisan hingga pengurus parpol. Meskipun hanya berada di area hotel.

Gelaran debat untuk calon Wali Kota, dihadiri dengan jumlah orang terbatas di arena debat di ruang ballroom, disebabkan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Jadi, yang boleh masuk itu hanya pasangan calon 2 orang, dan 4 perwakilan partai politik. Jadi hanya 6 dari 1 paslon, 2 orang dari Bawaslu dan 5 orang dari KPU,” kata Ketua KPU Kota Samarinda Firman Hidayat, kepada Niaga Asia, Jumat (16/10).

Firman menjelaskan, dalam pelaksanaan debat, yang harus disiapkan adalah jawaban dari masing-masing pasangan calon. Mengingat, waktu yang disediakan untuk menjawab tiap pertanyaan maksimal 2 menit.

“Lama waktu debat 90 menit. Harusnya 120 menit. Tapi 30 menitnya untuk iklan layanan masyarakat. Jadi murni 30 menit untuk debat, yang terbagi 3 segmen,” ujar Firman.

“Kami koordinasikan dengan moderator, dan kami temukan nanti dengan tim perumus. Di debat nanti, tidak ada panelis, yang ada moderator. Kami hanya bentuk tim perumus, tidak masuk dalam arena debat. Semua alur, jalur, dikuasai moderator. Jadi kami minta moderator tidak ada perlakuan membedakan antarpasangan calon,” terang Firman.

Nantinya, usai debat Wali Kota, berikutnya pada 10 November 2020 adalah giliran agenda debat calon Wakil Wali Kota. “Debat kedua untuk calon Wakil Wali Kota 10 November. Dan yang ketiga, adalah sebat ketiga pasangan calon,” jelas Firman.

“Yang jelas, pertanyaan moderator sudah disusun tim perumus. Materi debat, bertema penanganan Covid-19 dan kesehatan, pendidikan dan juga ekonomi,” sebutnya lagi.

Firman kembali mewanti-wanti tentang teknis pelaksanaan debat nanti. “Bahwa pasangan calon harus menahan pendukungnya, simpatisan hingga pengurus partai politik jangan ke hotel. Silakan nonton di televisi. Karena kegiatan debat ini, sesuai protokol kesehatan, disesuaikan dengan protokol Covid-19,” terang Firman lagi.

Untuk diketahui, TVRI Kalimantan Timur rencananya akan menyiarkan langsung debat Wali Kota Samarinda, pukul 20.00 WITA. “Juga ada live streaming nanti,” demikian Firman. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *