Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi (tengah) usai meneken MoU bersama investor konsorsium di Hotel Aston Samarinda, Selasa (23/6). (Foto : UPBU APT Pranoto Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Konsorsium Hemera International Pte Ltd dan LG International Corp menginvestasikan dana Rp75 miliar, untuk membangun laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan swab calon penumpang pesawat, di area Bandara APT Pranoto Samarinda.

Penandatanganan nota kesepahaman tiga pihak antara Hemera International Pte Ltd dari Singapura, dan LG International Corp dari Korea Selatan, serta Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi, dilakukan hari ini di Samarinda.

“Ini dari konsorsium. Teken MoU hari ini di hotel Aston Samarinda,” kata Dodi, dikonfirmasi Niaga Asia, Selasa (23/6).

Pembangunan lab PCR bernama Laboratorium Diagnosa Covid-19 bernilai investasi Rp75 miliar dan dipastikan tanpa menelan dana APBN itu, nantinya mampu memeriksa hingga 4.000 sampel per hari. Direncanakan, beroperasi Agustus 2020 mendatang.

aa
Kesibukan pintu masuk terminal keberangkatan di Bandara APT Pranoto Samarinda. (Foto : Niaga Asia)

“Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Diharapkan, laboratorium ini menjadi solusi pengguna jasa penerbangan di bandara APT Pranoto, agar tahu hasil pemeriksaan swab lebih cepat,” ujar Dodi.

Dodi menerangkan, keinginan investor berinvestasi itu, lantaran Bandara APT Pranoto berpotensi pasar cukup besar di masa mendatang. “Mereka menawarkan investasi dengan membangun lab, kami siapkan lahan. Iya, di area bandara,”tambah Dodi.

“Nantinya, rencana harga sekali pengujian swab Rp700 ribu per sampel. Jadi nanti, penumpang pesawat bisa terbang dengan sangat aman, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” demikian Dodi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *