Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman. ((foto Budi Anshori/NiagaAsia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sempat menjadi  pasien dalam pengawasan atau  suspect  Covid -19, dua pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan, Kalimantan Utara (1 WN Malaysia dan 1 eks TKI deportasi)  kondisinya  berangsur membaik, suhu badannya normal dibawah 36 dejarat, pasien dipastikan bukan sebagai penderita virus corona.

“Saya pastikan pasien bukan corona, kesehatan pasien membaik dan pasien minta dipulangkan,” kata Direktur RSUD Sei Fatimah Nunukan, dr Dulman menjawab Niaga.Asia, Senin (16/03).

Pemulangan pasien tidak perlu menunggu waktu 14, karena keduanya bukan penderita corona. Namun, untuk memulangkan mereka perlu sepengetahuan Satgas Antipasi Covid-19 Nunukan dan instansi pengawasan TNI.

Hasil pemeriksaan dokter RSUD Nunukan menyimpulkan kesehatan pasien dalam keadaan baik, hanya saja perlu ada peryataan instansi gabungan yang mengizinkan atau memperbolehkan pasien bisa keluar dan bergaul dengan masyarakat.

“Pasiennya sudah bermohon – mohon minta pulang, tapi kita belum bisa lepaskan, ada kebijakan bersama dalam melepaskan pasien,’ bebernya.

Selain harus mendapat izin dari ketua tim Satgas Antipasi Covid-19, pemulangan pasien harus dipikirkan apakah lewat transproatsi laut atau penerbangan pesawat, semua perlu pertimbangan – pertimbangan.

Dulman mengatakan, RSUD Nunukan memiliki tim kesehatan yang kiranya mampu mengatasi suspect corona ataupun jika nantinya dinyatakan positif.  Tapi dia berharap  semua pasien-pasien yang masuk dengan suhu badan 38 derajat bukan penderita corona.

“Kita punya tim, tapi kita juga berharap jangan sampai ada positif corona dan sukur alhamudillah, pasien kita bukan penyakit itu,” bebernya.

Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan pasien corona, RSUD Nunukan hari ini akan melalukan rapat yang melibatkan tim-tim kesehatan. Salah satu pembahsan dalam rapat adalah penambahan ruang-ruang isolasi penanganan pasien menular.

Permintaan penambahan ruang isolasi berkaitan dengan kesiapan RSUD Nunukan jika nantinya kedatangan pasien lebih banyak. Saat ini, kata Dulman, RSUD Nunukan memiliki ruang terbatas yang kiranya hanya mampu menangani pasien 3 sampai 4 orang.

“Takutnya pasien banyak, makanya kita harus meningkatkan kewaspadaan dan menambah ruang-ruang isilasi,” kata Dulman.

Sebelumnya, tanggal 13 Maret RSUD Nunukan sempat merawat seorang TKI dan warga Malaysia dengan suhu badan diatas 38 derajat. Kedua pasien diketahui baru tiba dari perjalanan di Tawau, Sabah, Malaysia tanggal 10 dan 11 Maret.

Setelah dilakukan perawatan selama 4 hari, suhu badan turun normal, begitu juga dengan penyakit bawaan flu dan batuknya. Dengan normalnya kondisi kesehatan pasen, RSUD Nunukan tidak lagi melakukan pengambilan sampel Swab tenggorokan. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *