Edi Rela jadi Kurir 1 Kg Sabu di Samarinda Karena Wanita

Dua tersangka kasus 1 kg sabu dalam keterangan pers, Senin (9/11). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Warga Palaran, Edi Mulyana (48), meringkuk di penjara. Gara-garanya, dia nekat jadi kurir 1 kg sabu, sesuai permintaan seorang wanita yang dikenalnya di Facebook. Iming-imingnya, wanita itu bersedia dinikahi Edi.

Edi ditangkap di kawasan dekat Jembatan Mahkota II di Samarinda, Minggu (8/11). Dari tangannya, polisi menyita 10 bungkus paket sabu, masing-masing seberat 100 gram.

“Awalnya kami dapat info ada transaksi narkoba. Pria ini (Edi Mulyana) mencurigakan. Jadi, kami minta membuka isi dashboard motor diparkiran mini market. Ternyata isinya sabu, kurang lebih 1 kilogram,” kata Kasat Reskoba Polresta Samarinda AKP Andika Dharma Sena, di kantornya, Senin (9/11).

Edi diinterogasi. Dia mengaku disuruh seorang wanita, bernama Unyil, yang diduga nama samaran. Bahkan menurut Andika, Edi pun sempat video call bersama wanita itu. “Jadi dia (Edi Mulyana) dijanji wanita itu untuk bersedia dinikahi. Siapa wanita ini, kami lidik, dan kami masukkan DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujar Andika.

Barang bukti 1 kilogram sabu (Foto : Niaga Asia)

Penyelidikan berkembang, dan polisi bergerak cepat. Dari pengakuan Edi, dia diminta mengirimkan ke Balikpapan. “Kami lakukan undercover buy. Ternyata, penerima sabu itu ke St (Sultan warga Balikpapan). St ikut kami amankan,” tambah Andika.

“Jadi, dari keterangan St ini, dia juga disuruh seorang wanita bernama Eva, yang juga sekarang kami tetapkan DPO. Jadi, ada 2 DPO dari kasus ini,” ungkap Andika.

Edi Mulyana dan Sultan, diketahui sebagai residivis. Dari kasus itu, polisi menyita barang bukti selain 1 kg sabu, juga handphone, dan kotak kipas angin portabel untuk menyimpan 10 bungkus sabu itu. Penyidik menjeratnya dengan pasal berlapis UU No.35/2009 tentang Narkotika.

“Kami juga heran, dengan iming-iming nikah ini dia (Edi Mulyana) mau jadi kurir,” sebut Andika.

Edi tidak menampik, dia dijanji menikah oleh wanita yang belum pernah bertatap muka langsung dengannya. “Saya kenalnya di Facebook. Saya kira disuruh ambil kotak isinya sparepart,” dalih Edi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *