aa
Dr. H Isran Noor.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Semuanya ada hikmahnya. Saat Bandara APT Pranoto Samarinda dioperasikan, Kota Balikpapan shock karena pendapatan dan putaran uang beredar berkurang dari lalulintas orang ke Bandara SAM Sepinggan.

“Tapi setelah Presiden menetapkan ibu kota negara (IKN) yang baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara, sudah ngefek ke Kota Balikpapan, lalulintas orang meningkat lagi ke Balikapapan tingkat hunian hotel juga membaik. Itu lah hikmahnya dan cukup menolong ekonomi Balikpapan,” kata Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H Isran Noor kepada Wali Kota Balikpapan, H Rizal Effendi dalam Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim di Kantor Gubernur  Kaltim, Selasa (15/10/2019).

Menurut Isran, efek ekonomi dari kegiatan di IKN baru dari tahun ke tahun akan membesar, apa lagi tahapan konstruksi di IKN dimulai tahun depan, tentu Balikapapan akan paling duluan merasakan. Berbagai kegiatan skala besar akan berdampak positif terhadap Kota Balikpapan. “Sangat banyak hal yang tidak bisa kita ketahui, Allah SWT yang Maha Tahu,” ujar gubernur.

Selain dari kegiatan di IKN yang dimulai tahun 2020, Balikpapan juga akan membaik ekonominya apa bila pekerjaan peningkatan kilang minyak Pertamina Balikpapan memasuki tahapan konstruksi, akan banyak sekali terbuka peluang kerja.

“Proyek sebesar di IKN yang baru, proyek kilang minyak Pertamina, akan menambah uang beredar di masyarakat dan menyehatkan ekonomi masyarakat. Sedangkan Pemprov Kaltim memprediksi apabila proyek besar dimulai, termasuk sejumlah proyek industri di Bontang, itu bisa meningkatkan pendapatan daerah,” kata Isran.

Tanggapan wali kota Balikpapan

Menanggapi apa yang disampaikan gubernur, Wali Kota Balikpapan, H Rizal Effendi membenarkan, gaung dari ditetapkannya IKN baru, lalulintas orang mulai meningkat ke Balikpapan dan hunian hotel membaik dari sebelumnya.

aa
Wali Kota Balikpapan, H Rizal Effendi. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

“Tapi yang paling terasa efeknya jumlah orang pindah ke Balikpapan meningkat, rata-rata 1000 orang per minggu,” kata Rizal, mengutip laporan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan. “Jumlah orang mengurus pindah dan minta KTP Balikpapan, naik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga melaporkan adanya desakan dari lembaga kemasyarakatan agar tenaga kerja lokal Balikpapan sebanyak 3000 orang bisa dipekerjakan di proyek peningkatan  kilang minyak  Pertamina.

Sedangkan masalahnya, lanjut Rizal, banyak tenaga kerja lokal yang ingin bekerja di proyek kilang minyak belum bersertifikat, kompetensinya tidak pas dengan tenaga kerja yang dibutuhkan di proyek tersebut.

“Supaya tenaga kerja lokal memenuhi persyaratan untuk bekerja di proyek Pertamina itu, harus diikutkan dalam pelatihan dulu sampai lulus uji kompetensi, atau dapat sertifikat keterampilan. Untuk pelatihan tenaga kerja lokal ini, saya minta Pemprov Kaltim memberikan bantuan,” kata Rizal. (001)

 

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *