Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar bersama pengurus FKUB Nunukan (foto: Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Menjelang Pilkada serentak tahun 2020, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Polres Nunukan, menggelar pertemuan silaturahim membahas hal–hal penting, Jumat (7/8), demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua FKUB Nunukan, H Hermansyah mengatakan, FKUB Nunukan adalah kumpulan pemuka agama yang mewakili beberapa etnis, dimana semasa terbentuk telah beberapa kali melakukan dialog kepada tokoh-tokoh etnis dan agama, terkait hal-hal yang terjadi tengah di masyarakat.

Selama berdirinya FKUB telah dua kali bersilaturahim dengan Polres Nunukan. Pertama tahun 2011 saat Polres Nunukan dijabat AKBP Raden Prabowo Argo Yuwono yang kini berpangkat Inspektur Jenderal, menjabat Kadiv Humas Polri.

“Pemilukada tahun 2011 sangat rawan, ancaman kerusuhan dan kekacauan beredar baik lewat SMS atau lisan. FKUB merasa perlu bertemu Kapolres menyampaikan hal-hal penting,” kata Hermansyah.

Jelang Pilkada tahun 2020, FKUB kembali merasa adanya potensi kerawanan dan keresahan di Kabupaten Nunukan. Khususnya menyangkut isu etnis yang mulai berkembang di masyarakat. Belum lagi persoalan politik uang (serangan fajar).

Kerawanan konfik bukanlah hal baru bagi Nunukan. Sebab pada Pilpres dan Pileg yang lalu, Kabupaten Nunukan dan KKT masuk zona merah. “Saya sendiri sempat mengajukan keberatan dan mempertanyakan klaim zona merah itu,” ujar Hermansyah.

“Namanya petarung pasti siap menang tidak siap kalah. Tapi kenyataanya Kabupaten Nunukan tetap aman meski dikatakan rawan konflik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan silatutahmi itulah, FKUB Nunukan mengharapkan Polres Nunukan dapat menidaklanjuti informasi-informasi dan isu kerawanan. Apalagi dalam Pilkada Nunukan, kemungkinan besar hanya diikuti 2 pasangan calon.

Hermansyah menjelaskan, FKUB Nunukan siap dilibatkan dalam pertemuan dialog yang melibatkan pasangan calon, ataupun pertemuan peryataan sikap kandidat dan tim pemenangan yang arahnya menginginkan Pilkada Nunukan aman dan damai.

“Pilkada Nunukan pertarungan luar biasa. Rasa ingin menjatuhkan lawan politik, mulai mengarah ke permasalahan lama yang diangkat ulang. Politik etnis juga mulai dimunculkan,” terangnya.

Menerima kunjungan Silaturhmi FKUB Nunukan, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar mengatakan, peran dan informasi FKUB sangatlah dibutuhkan bagi personil Polres Nunukan, dalam menyusun skema potensi kerawanan dan langkah-langkah keamanan

“Kerawanan di Pilkada pasti ada dan akan banyak potensi yang nantinya ditunggangi kelompok tertentu, untuk memunculkan eksistensinya meraih tujuan tertentu,” ungkapnya.

Diterangkan Syaiful, Polres Nunukan menempatkan diri sebagai lembaga netral. Oleh karena itulah, kantor kepolisian sering dijadikan tempat berkumpul membahas hal-hal kerawanan. Termasuk, untuk kegiataan dialog ataupun sosialisasi pelaksanaan Pemilu.

Polres Nunukan bersama Kejaksaan Negeri dan Bawaslu, nantinya membentuk Sentra Gakkumdu yang fungsinya membahas hal terkait pelanggaran Pemilu. Maka dari itu, Polres Nunukan merasa sangat perlu peran dan masukan dari para tokoh agama dan masyarakat.

“Jangan sampai sebuah isu kecil digoreng menggelinding kemana-mana, padahal belum tentu kebenaranya. Kami minta para kandidat bersikap terhormat dan bermartabat, tidak menempuh sikap tidak pantas,” sebutnya

Dinamika Pilkada Nunukan masih landai, dan diharapkan tetap kondusif hingga memasuki pendaftaran dan kampanye nantinya. Masyarakat diminta menyalurkan hak pilih dan, dan tidak terpengaruh provokasi yang berujung perpecahan.

Siapapun yang menang dan terpilih, adalah calon pemimpin Nunukan. Tidak perlu membuat kekacauan dan kerawanan yang dampaknya merugikan orang banyak, dan juga, persaingan tidak harus dengan perpecahan, dan bertandinglah dengan fair play.

“Kalau para kandidat sama-sama menjunjung nilai-nilai kedamaian, maka berprinsiplah fair play,” demikian Syaiful. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *