Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie pada Musrenbang RKPD 2021 Provinsi Kaltara melalui video conference, Kamis (16/4/2020). (Foto Infopubdok Kaltara)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Pada 2021 mendatang, setidaknya ada 5 tantangan yang harus diatasi bersama oleh seluruh komponen pemerintah dan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Tantangan itu, antara lain; economic recovery pasca pandemi Covid-19. Kedua, pada 2021 merupakan tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2016-2021, sehingga perlu percepatan realisasi proyek strategis guna terwujudnya visi Kaltara.

Tantangan ketiga, persaingan tujuan investasi global yang semakin ketat. Keempat, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semakin berat mengharuskan daerah untuk menggali sumber pendapatan baru. Dan kelima, masih adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berimbas pada harga komoditi dunia dimana Kaltara masih mengandalkan batubara sebagai komoditi ekspornya.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie pada Musrenbang RKPD 2021 Provinsi Kaltara melalui video conference, Kamis (16/4/2020). Musrenbang RKPD 2021 mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat Kalimantan Utara yang Mandiri, Aman dan Damai”.

Melihat kondisi tersebut, kata gubernur,  maka proyeksi pendapatan pada 2020 dan 2021 pun perlu mendapatkan perhatian untuk dievaluasi. Di mana, mengacu pada Perpres No. 54/2020 maka target pendapatan 2020 diproyeksi mencapai Rp 2,01 triliun dan pendapatan di 2021 diproyeksi mencapai Rp 1,58 triliun.

“Salah satu isu yang penting untuk ditangani pada tahun depan, adalah meminimalisir dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19,” sarannya.

Menurut gubernur, meminimalisir dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, strategi yang diterapkan Pemprov Kaltara, yakni pendataan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak dan melakukan bridging antara UMKM dengan perbankan untuk mengetahui kondisi terkini UMKM sehingga membantu perbankan agar dapat menganalisis tenggat waktu beban pembiayaan para pelaku UMKM.

“Meski memiliki tantangan yang berat, kata gubernur,  Pemprov Kaltara tetap optimis akan adanya peningkatan pada sejumlah target indikator makro 2021. Di mana, untuk pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7 hingga 7,4 persen, laju inflasi 2 hingga 2,4 persen, tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan 4,30 persen, angka kemiskinan 5,50 persen, gini rasio 0,289, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditarget mencapai 71,58 persen.

Adapun arah kebijakan pembangunan makro untuk tahun depan, Kaltara masih mengandalkan 7 major project yang teruang didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Yakni, Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Long Midang, PKSN Tau Lumbis, PKSN Long Nawang, PKSN Nunukan, Kawasan Industri (KI) Tanah Kuning, Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, dan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik.

Untuk proyek prioritas tahun depan, ungkap gubernur, ada lima. Yakni, pembangunan dan peningkatan jalan pararel perbatasan sepanjang 13,38 kilometer, pembangunan jalan di kawasan KBM Tanjung Selor sepanjang 4 kilometer juga pembangunan KBM Tanjung Selor yang masuk dalam RPJMN 2020-2024, pengembangan Bandara Internasional Juwata, pengembangan pelabuhan Pulau Bunyu, dan pengembangan Bandara Tanjung Harapan. (adv)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *