Imbas Hujan Lebat, Longsor di Talang Sari Ancam 20 Jiwa Mengungsi

Kawasan longsor di Talang Sari, Selasa (5/4) sore. Imbas longsor nyaris memutus total badan jalan (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kota Samarinda diguyur hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (6/4) dini hari. Imbasnya, akses jalan di Desa Talang Sari RT 04, Tanah Merah, nyaris putus total akibat longsor.

Tidak hanya itu. Satu rumah di kawasan tebing nyaris ambruk, dan mengancam tidak kurang 20 jiwa di permukiman di bawahnya, mesti mewaspadai longsor susulan, atau segera mengungsi.

Satu rumah terancam ambruk. Pun demikian dengan bangunan rumah tinggal di bawahnya terancam terdampak potensi longsor susulan. (Foto : Niaga Asia)

Niaga Asia mengecek langsung lokasi longsor, sekitar pukul 15.30 WITA sore ini. Di lokasi, areal longsor sepanjang hampir 15 meter, memang nyaris memutus total badan jalan. Satu rumah di pinggir badan jalan yang longsor terlihat miring, dan bisa mbruk sewaktu-waktu akibat longsor susulan.

Tidak kalah rawannya, adalah sedikitnya 4 bangunan rumah tinggal di bagian bawah badan jalan yang ambelas dan longsor. Bangunan rumah itu terancam tertimbun longsor susulan.

“Longsor karena curah hujan tinggi sekitar jam 1 dini hari tadi. Kejadiannya sekitar jam 4 pagi,” kata Ketua RT 04 Desa Talang Sari Kelurahan Tanah Merah, Hadi Fajar, ditemui Niaga Asia di rumahnya, Senin (6/4) sore.

Ketua RT 04 Desa Talang Sari Kelurahan Tanah Merah Hadi Fajar saat diwawancarai Niaga Asia, Selasa (5/4) sore. (Foto : Niaga Asia)

Hadi menerangkan, di lokasi kejadian, memang rawan longsor sudah sejak lama. “Tanah semakin tergerus, jadinya badan jalan patah (ambelas),” ujar Hadi.

Warga setempat, lanjut Hadi, berupaya memperbaiki seadanya, dengan melakukan penyemenan (cor) bagian badan jalan yang nyaris putus. “Warga gotong royong. Minimal, bisa dilalui motor,” sebut Hadi.

“Kalau tidak, kasian ibu-ibu kalau lewat jalan alternatif, risiko terjatuh karena jalan licin (jalan tanah). Jadi ya tadi warga gotong royong menyemen (cor),” tambah Hadi.

Lantas, kemana penghuni rumah yang nyaris ambruk itu? “Rumah itu tidak ada penghuninya setahun ini. Tadi juga sudah ada Pak Lurah (Lurah Tanah Merah), sudah meneruskan ke Dinas PUPR. Nanti akan ditangani perbaikan darurat sementara. Kalau perbaikan keseluruhan, bulan 10 (Oktober),” ungkap Hadi.

Perbaikan permanen baru direncakan direalisasikan Oktober 2020 mendatang. Dalam waktu dekat Pemkot berencana melakukan perbaikan sementara sifatnya darurat. Mengingat pentingnya akses jalan itu bagi warga setempat maupun sebagai jalan alternatif. (Foto : Niaga Asia)

Masih disampaikan Hadi, di wilayah RT 04 sendiri, sudah ada 4 titik lokasi longsor. Longsor kali ini, menurutnya, memutuskan akses alternatif bagi pengguna jalan apabila terhambat akibat banjir di sekitar terminal Lempake.

“Kalau rumah di bawahnya, ada tidak kurang 4 rumah, 4 kepala keluarga (KK). Sekitar rata-rata 4-6 jiwa per KK. Kalau begitu, kami sudah ingatkan waspada (potensi longsor susulan),” sebut Hadi.

“Jalur yang longsor itu jadi jalan alternatif kalau ada masalah depan terminal Lempake. Kalau kondisinya seperti ini, tidak bisa lagi dilewati (mobil), mungkin cuma motor saja,” demikian Hadi.

 

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *