aa
Muhammad Solafuddin. (Foto: Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Perintah Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit untuk memperketat pengawasan jalur transportasi laut di pelabuhan-pelabuhan non resmi atau pelabuhan “tikus” di Sebatik dan Nunukan dalam rangka memerangi masuknya narkoba selundupan dari Malaysia mulai ditindaklanjuti aparat Kepolisian dan Bea Cukai Nunukan.

Aparat Kepolisian Resor Nunukan dan Bea Cukai Nunukan mewajibkan seluruh angkutan laut untuk umum menurunkan dan menaikkan penumpang di pelabuhan resmi Nunukan, yakni Pelabuhan Tunon Taka. “Penumpang pelabuhan “tikus” (tidak resmi) kita halau, mereka harus masuk melakukan pemeriksaan di Pos Pengawasan Pelabuhan Bea dan Cukai di Pelabuhan Tunon Taka ,” kata Kepada Bea dan Cukai (BC) Nunukan, Muhammad Solafuddin.

Penghalauan penumpang di pelabuhan tikus adalah hasil kesepakatan bersama antara instansi gabungan, hal ini merujuk pada dugaan adanya peredaran narkotika melalui pintu-pintu pelabuhan tikus yang kurang terawasi oleh petugas.

Untuk menjalankan operasi ini, Polres Nunukan bersama TNI menjaga tiap-tiap kedatangan speedboat ataupun perahu di pelabuhan tikus, sedangkan Bea Cukai bertugas mengawasi penumpang dan barang bawaan dengan mengandalkan mesin X-ray. “Hasilnya cukup siknifikan, beberapa penumpang tertangkap membawa narkotika sabu tertangkap mesin X-ray,” sebutnya.

Giat operasi gabungan akan terus berjalan, masing-masing instansi telah memahami tupoksi tugas dan saling membantu dalam pengawasan. Kedepan, Polres, TNI dan Bea Cukai semakin memperketat pengawasan jalur transportasi, terutama bagi penumpang TKI.

Senad, Kasat Reskorba Pores Nunukan AKP Muhamad Hasan menuturkan, penggeseran penumpang non resmi ke pelabuhan resmi sangat membantu petugas menggagalkan peredaran narkotika yang semakin tinggi. “Banyak penumpang masuk tiap hari di pelabuhan non resmi Haji Putri, kami kesulitan mengawasi, makanya kita halau mereka masuk ke pelabuhan resmi,” bebernya.

Penangkapan sabu di pelabuhan resmi bukanlah modus baru para pelaku, rata-rata dari mereka terpaksa turun di pelabuhan resmi, pemilik speedboat dan perahu juga tidak menyangka akan dihalau menurunkan penumpang.

Informasi dari masyarakat setempat, kata Hasan, banyak penumpang TKI turun di pelabuhan Haji Putri, gerak gerik mereka mencurigakan,  karena tanpa pengawasan petugas itulah, banyak narkotika lolos dan diyakini jumlahnya cukup besar. “Kita lihat hasil tangkapan 2 bulan ini, mungkin begitulah besarnya sabu lolos di pelabuhan non resmi,” ungkapnya.

Selain operasi gabungan istansi, Resnarkoba bersama Reskrim Polres Nunukan dan KSKP rutin melaksanakan patroli baik di darat ataupun di sekitar kawasan pelabuhan non resmi.  Tim gabungan i juga menghimpun informasi intelijen dan informasi masyarakat. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *