aa
Wamenkeu, Mardiasmo.

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan untuk melakukan penilaian aset sumber daya alam (SDA) penting, perlu diinventarisasi lebih dulu untuk pemetaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang lebih jelas.

“Pertama diinventarisasi lalu eksistensinya secara akuntansi dan hukum apakah itu milik Indonesia. Lalu divaluasi SDA seluruh Indonesia,” ujar Wamenkeu pada Seminar Nasional Penilaian Sumber Daya Alam di Aula Dhanapala, Rabu (25/09) seperti dikutip laman kemenkeu.go.id.

Menurutnya, sampai saat ini, PNBP belum memiliki pola yang jelas. Padahal, PNBP sudah menyumbang 23,13% pada penerimaan negara. Oleh karena itu, dengan neraca aset SDA, maka Indonesia akan mampu memanfaatkannya lebih optimal sebagai salah satu penerimaan negara.

Selain itu, Wamenkeu juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan penerimaan negara yang optimal diperlukan laporan akuntansi yang kredibel. Neraca SDA juga perlu diaudit menggunakan standar akuntasi keuangan agar dipercaya.

“Saya harap seminar ini akan menghasilkan sesuatu hal yang sangat bagus karena sudah hadir guru besar dari  ITB, IPB. Nanti kita juga akan bantu dengan profesional akuntan dari seluruh Indonesia dengan penilai dari DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) sehingga kita bisa memberi peninggalan ke anak cucu kita aset SDA untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tutup Wamenkeu.(001)

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *