Kasus Corona Tinggi, Status KLB di Kaltim Diperpanjang Hingga 21 Agustus 2020

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19 di Singapura. (Foto : HO/Net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kalimantan Timur memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) penganan Covid-19 hingga 21 Agustus 2020. Penyebabnya lantaran tingginya kasus Coronavirus Disease (Covid)-19, yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak, dalam penjelasan virtual, Sabtu (18/7) malam.

Andi menerangkan, melihat kondisi kasus Covid-19 saat ini, perlu dilakukan perpanjangan sebagaimana dengan keputusan Gubernur Isran Noor sebelumnya No. 240 /2020 yang menyatakan bahwa penetapan KLB dengan status tanggap darurat bencana Covid-19 berakhir 20 Juni 2020.

“Karena itu, melihat dari peningkatan kasus, kejadian kasus yang ada, bahkan semakin meningkatnya angka positive rate di Kalimantan Timur, juga nilai angka reproduksi efektifnya terus di atas 1, maka kondisi KLB ini diputuskan untuk diperpanjang selama 2 bulan kedepan,” ujar Andi.

“Sebagaimana dengan keputusan Gubernur Nomor 368 tahun 2020 pada 19 Juni 2020, menetapkan perpanjangan selama 2 bulan kedepan. Pada 21 Juni-21Agustus 2020,” tambah Andi.

Info grafis kasus Covid-19 Kalimantan Timur per hari Sabtu (18/7). (Sumber: Dinkes Kaltim)

Menurut Andi, sambil melihat perkembangan daripada kondisi yang ada, kalau memang menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat , Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga akan bisa menyesuaikan pada kondisi tersebut.

“Tapi apabila kondisi itu masih terus menunjukkan peningkatan, belum ada tanda-tanda perbaikan, bisa saja kondisi (KLB) ini, bisa terus diperpanjang,” ungkap Andi.

“Karena apa, karena memang kejadian pandemi Covid-19 ini adalah kejadian secara global menyeluruh. Tidak hanya Indonesia, tapi hampir di seluruh negara masih terus berlangsung,” terang Andi.

Tentunya, lanjut Andi, kondisi ini menjadi kewaspadaan bersama, bahwa saat ini merupaka suatu kondisi yang luar biasa. Sehingga, perlu dilakukan upaya-upaya yang luar biasa, dan dalam rangka agar bagaimana semua masyaramat, bisa mengendalikan penularan Covid-19 ini dengan sebaik-baiknya.

“Dengan kasus yang ada, masih terus terjadi penularan dengan angka yang cukup tinggi. Selain kesembuhan, juga mengakibatkan kasus kematian. Ini menunjukkan dampak yang ditimbulkan Covid-19 sangat beragam. Mulai dari tanpa gejala, sampai meninggal dunia,” demikian Andi. (006)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *