Kenalan di Facebook, Cecep Bagja Berusia 28 Tahun Nikahi Elisa Berumur 53 Tahun

Elisa (53) warga Nunukan mendapat jodoh yang kedua setelah berkenalan dengan Cecep Bagja di Facebook, kemudian sepakat menikah tanggal 13 April lalu di Nunukan. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Awal Ramadhan 13 April 2021 menjadi berkah bagi Cecep Bagja dan Elisa. Kedua insan berbeda umur 25 tahun ini yang awalnya berkenalan lewat media sosial Facebook sama-sama membulatkan tekad menikah. Ijab kabulnya dilaksanakan usai sholat tarawih di hari pertama.

Dua insan yang sepakat membangun mahligai rumah tangga itu adalah Cecep Bagja, pemuda berusia 28 tahun asal Garut, Jawa Barat mempersunting Elisa asal Nunukan berusia 53 tahun. Pernikahan keduanya bertepatan di hari ulang tahun Cecep Bagja.

“Kami menikah tepat di hari ulang tahun Cecep dengan mahar Rp 170 ribu,” kata Elisa menceritakan pada Niaga Asia, Minggu (18/04/2021).

Elisa  adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan. Elisa berstatus  janda dengan 2 orang anak ini tidak menduga mendapatkan jodoh  lagi di usianya yang sudah  tua.

“Kami kenalnya 17 Maret 2021 (27 hari sebelum sepakat menikah. Kami berkenalan di aplikasi media sosial Facebook,” ucap Elisa.

Komunikasi keduanya di facebook menjadi awal dari keduanya saling bertukar nomor WhatsApp. Setelah itu Cecep dan Elisa semakin sering berkomunikasi, misalnya saling menyapa dan bertanya keadaan, kemudian berlanjut ke hal-hal yang pribadi.

“Yang pertama mengatakan ingin mencari pendamping hidup, Cecep,” ungkap Elisa.

Menurut Elisa, ucapan Cecep tidak begitu saja diterimanya. Berbekal pengalaman hidup dan kematangannya berpikir, Elisa menanyakan hal-hal pribadi tentang Cecep, termasuk profesi pekerjaan dan usia yang terpaut cukup jauh.

“Umur saya banyak 53, tapi Cecep bilang tidak masalah umur. Mungkin jodoh kali ya, jauh-jauh dari Garut datang ngelamar perempuan Nunukan,” tutur Elisa bercanda.

Elisa saat ini sedang melakukan penelitian untuk syarat kenaikan pangkat. Agar memiliki banyak waktu, mantan kepala sekolah  SMPN 1 Nunukan yang ahli berbahasa asing dan seni ini mengajukan pindah dari jabatan struktural ke fungsional.

Resmi menyandang status sebagai suami  Elisa, Cecep yang sehari-harinya dipanggil AA merasa memiliki kecocokan dan berharap rumah tangganya bahagia, karena  sang istri adalah ibu rumah tangga yang telah memiliki pengalaman hidup.

“Tepat hari pertama Ramadhan si AA datang ke Nunukan, dan kami sahur bareng puasa tahun ini,” sebutnya.

Elisa menyadari kehidupan barunya akan dimulai dengan seorang lelaki yang jauh lebih muda. Tapi dia yakin akan bahagia sebab, Cecep datang ke Nunukan untuk mempersunting dirinya dari daerah yang sangat jauh, penuh pengorbanan melintasi darat, udara, dan laut.

“AA mau kerja di Nunukan saja, katanya mau cari-cari tempat untuk buka usaha servis dan toko ponsel,” ungkap Elisa.

 Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *