Kerusakan Jalan Pahlawan Mau Sampai Kapan Dibiarkan?

Seorang pelajar berjalan kaki di trotoar Jalan Pahlawan depan Sekolah Menengah Pertama Negeri 22, Kamis 18 Agustus 2022. Belum berusia 6 bulan usai pengaspalan ulang jalan itu kembali rusak parah (niaga.asia/Saud Rosadi)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Kerusakan Jalan Pahlawan sebagai salah satu jalan protokol di Samarinda semakin parah. Meski berada di tengah kota dan dilalui pejabat pemerintah setiap hari tidak menjamin cepat mendapatkan perbaikan.

Di ruas jalan itu berdiri sedikitnya 5 kantor perbankan. Selain itu juga ada bangunan sekolah menengah pertama dan menengah atas.

Pengaspalan ulang jalan hanya berumur kurang dari 6 bulan. Mulai dari aspal mengelupas, material koral lepas dari aspal hingga mengakibatkan lubang yang sebelumnya lubang kecil sekarang terus membesar.

Menggunakan motor, niaga.asia menelusuri jalan itu Kamis siang. Kerusakan jalan dimulai dari putaran Jalan Pahlawan depan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri 1 mengarah ke Jalan Dr Soetomo.

Kerusakan jalan sekitar tidak kurang 100 meter hingga depan Hotel Tepian. Pengguna motor harus ekstra hati-hati saat melintas di jalan itu. Apalagi di malam hari karena minimnya penerangan jalan.

Berputar balik, masih di Jalan Pahlawan, kerusakan yang sama juga terlihat mulai dari depan Bank Muamalat mengarah ke SMK negeri 1. Ada tiga lubang di jalan itu. Lubang yang sama bahkan lebih dalam juga terlihat di depan jalan masuk SMKN 1.

Salah satu mobil dinas melintas di Jalan Pahlawan, Kamis 18 Agustus 2022. Jalan itu adalah salah satu jalan protokol dan pejabat hampir setiap hari melewati jalan itu (niaga.asia/Saud Rosadi)

Menilik ke belakang, ruas Jalan Pahlawan mulai dari depan Bank Muamalat sampai depan SMK negeri 1 sempat mulus sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo pada 24 Agutus 2021, terkait pencanangan vaksinasi di sekolah menengah pertama negeri 22.

Belum berusia satu tahun aspal jalan itu mulai mengelupas, hingga akhirnya berlubang dan membahayakan pengguna jalan terutama pengguna motor.

Warga merekam kerusakan Jalan Pahlawan itu melalui telepon selular hari Kamis pagi.

“Ini jalan rusak banget Bapak. Please Bapak mau sampai kapan dibiarin?” kata warga dalam rekaman itu.

“Parah..hancur jalan di tengah kota,” warga itu menambahkan.

Tidak Ada Kontrol Kualitas

Usai turun hujan jalan rusak dan berlubang itu tergenang air. Pengguna bisa menghindarinya. Namun kondisinya berbeda ketika siang hari.

“Saya pernah lihat ibu-ibu hampir jatuh pas lewati lubang. Kalau siang bisa jadi jebakan Batman,” kata Dayat, 45 tahun, seorang pengusaha yang tinggal di kawasan Jalan Pangeran Diponegoro¬†kepada niaga.asia

Pelajar berjalan kaki di trotoar jalan depan Hotel Tepian Jalan Pahlawan, Kamis 18 Agustus 2022. Kondisi jalan depan hotel itu juga mengalami kerusakan parah (niaga.asia/Saud Rosadi)

“Jalan Pahlawan itu jalan paling mulus dari semua jalan yang di-layer (aspal ulang),” sindir Dayat.

Pengguna jalan menurutnya tentu was-was melintas di Jalan Pahlawan setiap hari saat mengantar anaknya ke sekolah. Kualitas pengaspalan ulang jalan itu jadi pertanyaan.

“Pekerjaan asal saja. Betul-betul tidak ada QC (Quality Control/Kualitas Kontrol) proyek di Samarinda ini. Kalau malam bahaya betul itu,” kritik Dayat.

“Lubang, aspal mengelupas itu bisa bikin selip ban motor. Sudahlah, tidak ada yang entos proyek jalan di Samarinda ini. Asal kerja, tambal, bikin senang warga sebentar. Kalau sekarang ya mana bisa. Warga pasti paham. Apalagi itu jalan protokol setiap hari dilewati pejabat,” tegas Dayat.

Aprianto, 42 tahun, seorang karyawan perbankan menilai kualitas dari pengaspalan Jalan Pahlawan sangat kurang.

“Belum satu tahun sudah rusak. Buruk sekali. Kalau malam penerangan minim, bahaya sekali. Terutama pengendara roda dua. Jadi buat pemerintah, selain memperbaiki, harus tingkatkan kualitas perbaikan jalan agar tahan lama. Sehingga pengguna jalan lebih nyaman kalau lewat,” kata Aprianto.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: