Daratan Pulau Derawan menyusut  akibat abrasi. (foto dokumen)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA–Ketua Komisi III, H.Sa’ga menegaskan, masyarakat di Pulau Derawan merasa perlu pemerintah mencarikan solusi mengatasi masalah abrasi di wilayahnya. Keinginan itu sudah disampaikan masyarakat bertahun-tahun karena setiap tahun daratan disekeliling pulau menyusut 6 meter.

“Masyarakat disana meminta adanya solusi untuk kondisi abrasi ini, karena fasilitas pendopo yang dibangun Pemkab Berau juga sudah kelihatan miring. Belum lagi helipad yang mulai hilang, dan lapangan voly pantai venue PON 2008 juga ikut terdampak. Sehingga daratan Pulau Derawan setiap tahunnya semakin berkurang. Bahkan abrasi yang terjadi dikatakan masyarakat lebih cepat dibandingkan 10 tahun lalu,” kata Sa’ga ketika dihubungi Niaga.Asia, Kamis (6/8/2020).

Menurut Sa’ga, luas daratan yang hanya  44,4 hekta, berkurang luasannya setiap tahun. Setiap tahun daratan berkurang 6 meter karena bibir pantai tenggelam ke laut. Tidak sedikit bangunan dan fasilitas yang sudah hilang tergerus abrasi.

“Sampai saat ini belum ada solusi untuk masalah ini. Diperlukan peran bersama antara eksekutif untuk komitmen mendorong pihak yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil tindakan. Karena DPRD bukan sebagai pengguna anggaran, maka kami di dewan hanya bisa menyampaikan masalah ini ke pemerintah daerah maupun provinsi hingga ke pusat,” imbuhnya.

Sa’ga mengungkapkan, abrasi tidak hanya mengancam hunian warga, tapi  juga mengancam keberlangsungan pulau yang jadi objek wisata Berau yang yang suah dikenal hingga ke mancanegara. Pulau Derawan juga memiliki bangunan bersejarah yakni bangunan resort yang pernah dihuni Presiden kedua RI, Soeharto. Bagunan itu juga sudah hilang tersapu abrasi.

“Kalau abrasi tak diatasi, bangunan-bangunan yang sekarang ada di bibir pantai tinggal menunggu hilang disapu abrasi. Harapan kami kepada pemerintah bisa segera melakukan penyelamatan Pulau Derawan. Karena sampai saat ini belum ada solusi atau tindakan nyata di lapangan,” harapnya. (mel/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *