aa
Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul bersama dosennya, Sunarto di riparian Sungai Karang Mumus. (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-  Misman, aktifis Lingkungan Sungai Karang Mumus berterima kasih kepada mahasiswa yang mulai Sungai Karang Mumus dan  meminta agar mahasiswa tidak sekadar mengerti lingkungan, tapi harus terlibat langsung dalam mengobati alam yang sakit akibat ekaploitasi yang brutal.

“Saya berterima kasih atas kunjungan kalian ke Sekolah Sungai Karang Mumus, tapi jangan sekadar kunjungan, kalian harus memahami dan terlibat langsung dalam proses penyelamatan alam,” katanya, saat menerima 44 mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman dan dosennya, Sunarto, Minggu (2/12), dan  menanam bibit pohon  bungur, singkuang dan rengas.

aa
Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul menanam pohon penghijau di riparian Sungai Karang Mumus di kawasan Muang. (Foto Istimewa)

Misman, juga mengaku bangga atas kunjungan mahasiswa yang peduli Lingkungan sejak dini. Diharapkan  setelah lulus kuliah memiliki empati yang tinggi terhadap Lingkungan. Ia menambahkan, kondisi sempadan sungai di kawasan Muang membutuhkan perhatian khusus dari segenap pihak.

“Setelah menanam, saya harap mahasiswa Unmul ini bertanggung jawab agar bibit ini dapat tumbuh dengan baik. Kalian harus menjenguknya untuk memastikan sumbangsih terhadap vegetasi di sungai ini hidup dan bermanfaat,” harapnya.  (*)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *