Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman. ((foto Budi Anshori/NiagaAsia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA- RSUD Nunukan masih menempatkan eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berjenis kelamin laki-laki suspect virus corona (Covid-19) di ruang isolasi. Sedangkan kondisinya eks TKI yang dideportasi Malaysia ke Nunukan, Rabu (11/3/2020) mulai membaik , suhu badanya  yang waktu masuk rumah sakit, Kamis (12/3/2020) sore pada angka 38 derajat celcius, hari ini, Jumat (13/3) sudah turun keangka 36,5.

“Alhamdulillah, suhu badan pasien turun, tapi pasien tetap dalam pengawasan dan isolasi,” kata Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman menerangkan kepada Niaga.Asia, Jum’at (13/3).

baca juga:

RSUD Nunukan Isolasi Seorang Eks TKI dengan Gejala Covid-19

Eks TKI yang sejak kedatangannya di Nunukan ditempatkan di Rusunawa, dirujuk ke RSUD Nunukan,  karena badannya panas,  mencapai 38 derajat celcius,  disertai demam, flu dan ganguan saluran pernapasan.

Kini pasien suspect Covid 19 tersebut menjalani observasi medis dan penanganan intensif guna memastikan tidak  postif Covid-19. Tim dokter RSUD Nunukan juga mengambil sampel Swab tenggorokan pasien.

“Hasil labotorium belum keluar, namun kami bisa pastikan pasien itu  bukan positif Covid-19,” kata Dulman.

Bangunan yang dijadikan ruang isolasi  suspect Covid-19 di RSUD Nunukan. (foto Budi Anshori/NiagaAsia)

Meski kondisi pasien berangsur membaik, RSUD Nunukan tetap melakukan pengawasan kesehatan dan meneliti seluruh perkembangan penyakit, sambil menunggu hasil masa inkubasi yang ditentukan tim kesehatan.

Masa inkubasi pasien terpapar virus corona sendiri adalah 1 – 14 hari. Namun, dokter bisa mengambil kesimpulan sebelum berakhirnya masa inkubasi dengan cara, melihat kondisi kesehatan terakhir pasien.

“Pasien bukan penderita corona, tapi tetap kita awasi dan mewaspadai, jangan remehkan gejala panas dan demam tinggi,” tegasnya.

Dengan hasil negatif corona, penghuni eks TKI yang masih penghuni Rusunawa tidak perlu menjalani pemeriksaan kesehatan, hanya saja, pengawasan harus tetap ditingkatkan kepada pendatang-pendatang yang baru tiba dari luar negeri.

“Masyarakat tidak usah resah, serahkan masalah ini kepada petugas kesehatan dilapangan, insaallah kami bisa mencegah dan mengobati pasien terpapar corona,” ujarnya.

Diterangkan Dulman lagi, pasien suspect corona ditempatkan diruang isolasi,  terpisah sekitar 20 meter dari ruang pasien lainnya, ruang tersebut hanya bisa dikunjungi oleh petugas kesehatan rumah sakit.

Untuk menghindari penularan virus, tim kesehatan Nunukan dilengkapi peralatan medis yang cukup baik dan bertingkat-tingkat sesuai keperluan. Pemeriksaan intensif dengan gejala menular memerlukan waktu karena harus dilengkapi hasil laboratorium.

“Amanlah, tidak usah resah menular ke pasien lain, ruang isolasi terpisah jauh dengan ruang pasien lainnya, begitu pula tim kesehatan sudah dilengkapi peralatan penangkap virus,” ungkap Dulman. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *