ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pandemi COVID-19 yang masih melanda negara-negara utama tujuan ekspor komoditi dari Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Maret lalu, juga turut mendera perekonomian Kaltim. Turunnya permintaan akan komoditi Kaltim di pasar regional Asia, membuat nilai ekspor turun tajam. Apabila sebelum pandemi nilai ekspor Kaltim rata-rata di atas 1 miliar USD, selama pandami turun ke hitungan hanya jutaan dolar USD.

Sepanjang bulan Agustus 2020, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Anggoro Dwitjahyono dalam keterangan resminya secara virtual hari ini, Kamis (1/10/2020), hanya  US$ 897,60 juta atau mengalami penurunan sebesar 4,99 persen dibanding dengan ekspor Juli 2020. Sementara bila dibanding Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 30,01 persen.

“Nilai ekspor barang migas Agustus 2020 mencapai US$ 61,53 juta, turun 14,30 persen dibanding Juli 2020. Sementara ekspor barang non migas Agustus 2020 mencapai US$ 836,07 juta, turun 4,23 persen dibanding Juli 2020,” ungkapnya.

Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur periode Januari – Agustus 2020 mencapai US$ 8,61 miliar atau turun 21,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Dari seluruh ekspor periode Januari – Agustus 2020, peranan ekspor barang migas mencapai 6,85 persen sedangkan peranan ekspor barang non migas mencapai 93,15 persen.

Meski terjadi penurunan nilai ekspor Kaltim di bulan Agustus, tapi secara nasional, Kaltim masih berada diurutan tiga besar penyumbang devisa, dibawah Jawa barat dan Jawa Timur. Kontribusi nilai ekspor Kaltim bersama Jabar dan Jatim mencapai 37,67 persen dari seluruh ekspor nasional.

Dari sembilan golongan barang utama yang diekspor Kaltim pada Agustus 2020, menurut catatan BPS Kaltim, dari minyak dan gas (migas) 61,53 juta US$ dan non migas 645,12 juta US$. Sisanya  yaitu lemak hewani/nabati dan olahannya 107,24 juta US$, pupuk dan bahan kimia organik senilai 58,12 juta US$.

Kemudian ekspor kayu dan barang dari kayu 7,46 juta US$, aneka produk kimia 3,57 US$, bahan kimia organik 2 juta US$, ikan dan hewan air lainnya 1,62 juta US$, kapal, perahu, dan struktur terapung 4,15 juta US$, dan barang dari besi atau baja 6,11 juta US$.

“Dibandingkan nilai ekspor bulan Juli 2020,  nilai ekspor komoditi lemak hewani, pupuk dan bahan kimia organik, barang dari besi atau baja, kapal, perahu dan struktur terapung, pada bulan Agustus sebenarnya naik,” kata Dwi.

Struktur ekspor Kaltim menurut sektor pada bulan Agustus, kata Dwi lagi, sektor non migas menyumbang 93,14 persen dari total ekspor. Rinciannya, sektor migas nilai ekspornya 61,53 juta US$, pertanian 0,01 juta US$, industri pengolahan 190,94 juta US$, pertambangan dan lainnya 645 juta US$.

Sepuluh negara tujuan utama  ekspor non migas di bulan Agustus adalah India, Tiongkok, Philipina, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Total nilai ekspor Kaltim ke 10 negara tersebut 814,10 juta US$, sisanya 58,90 juta US$ ke negara lain.

“Sedangkan 4 negara utama tujuan ekpor migas Kaltim masih ke Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Malaysia, nilainya 65,79 juta US$, sisanya 6 juta US$ ke negara diluar yang empat itu,” ungkap Dwi. (adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *