Transportasi darat antar kecamatan di Krayan juga menghadapi kelangkaan BBM subsidi. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pasokan BBM subsidi dari Tarakan ke Krayan, wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang hanya 2 ton per hari, atau hanya separuh dari kebutuhan normal, juga membuat biaya transportasi logistik Pilkada Nunukan dan Pilkada Kaltara  Tahun 2020 menjadi mahal.

Logistik Pilkada, dari Nunukan dikirim dulu ke Malinau, kemudian baru diangkut menggunakan pesawat udara ke Krayan. Logistik semuanya diturunkan bandara Jupai Semaring, Long Bawan.

Setelah itu baru didroping ke 4 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Krayan Tengah, Krayan Timur, Krayan Barat, dan Krayan Selatan dengan angkutan darat, dimana biaya carter kendaraan Rp6 juta sekali jalan.

Mendekati hari “H” pendistribusian logitik Pilkada, seperti surat suara dan lainnya, diperkirakan Ketua PPK Krayan Tengah, Daniel bisa lebih mahal dari yang diperkirakan sewaktu menyusun anggaran, karena harga BBM naik di Krayan.

“BBM subsidi yang volume berkurang, untuk masyarakat saja tidak mencukupi,” ujarnya. Sedangkan  BBM dari Malaysia tidak bisa didatangkan pedagang, karena Malaysia masih menutup  negaranya sehubungan COVID-19 hingga akhir tahun.

Sementara itu, Ketua KPUD Nunukan Rahman SP menyebutkan,  biaya perjalanan dinas petugas pemilu di sejumlah wilayah perbatasan berbeda-beda, tergantung tingkat kesulitan geografis dan ketersedian alat transportasi.

“Krayan Tengah dan Krayan Selatan paling sulit transportasi, Kami kirim 9 perlengkapan logistik dari Krayan Induk ke Krayan Selatan biaya Rp 3,9 juta,” tuturnya.

Dengan sulitnya transportasi darat dan udara, kebutuhan anggaran transportasi di Krayan tentunya berbeda dengan kecamatan lainnya. Biasanya perhitungan perjalanan dinas dihitung berdasarkan real cost bukti kwitansi.

Biaya perjalanan dinas PPK disana tidak mungkin mengikuti standar anggaran, harus ada perhitungan khusus, karena itulah, tidak semua kegiatan di KPU Nunukan bisa dihadiri PPK Krayan Tengah dan Selatan.

“Kadang mereka dari Krayan terbang ke Malinau, lanjut lagi ke Tarakan dan Nunukan. Pokoknya biaya bolak balik sekitar Rp 13 juta, ditambah ongkos menginap menunggu penerbangan,” jelasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *