Ketua DPC PDIP Samarinda Siswadi, saat memberikan penjelasan kepada wartawan di kantornya, Rabu (29/1) sore. (Foto  Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – DPC PDIP Samarinda merespons klaim sepihak Andi Harun, yang dikabarkan memilih Rusmadi, untuk maju di Pilkada Samarinda, September 2020 mendatang. Peluang Andi Harun dapatkan dukungan PDIP nyaris tertutup.

Meski belum mengumumkan resmi Rusmadi sebagai pendamping, Andi Harun dalam beberapa kesempatan tidak jarang menyebut nama Rusmadi, sebagai pendampingnya. Bahkan, baliho pun mulai bertebaran di berbagai sudut kota.

Ketua DPC PDIP Samarinda Siswadi bereaksi. Dia menegaskan, saat ini PDIP masih melakukan survei elektabilitas 12 orang yang mendaftar di PDIP, sebagai kandidat bakal calon kandidat Pilkada Samarinda. Termasuk, Andi Harun.

“Survei sedang berlangsung, dan independen, untuk menentukan kandidat yang akan kami usung. Nantinya, betul-betul yang akan memenangkan di Pilkada 2020,” kata Siswadi, dalam penjelasan resmi dia di kantornya, Rabu (29/1).

Dia menerangkan, namun belakangan, saat ini ada bakal calon, yang mendaftar di PDIP, ternyata sudah mendahului proses survei yang sedang berlangsung. “Yaitu, saudara Andi Harun, sudah proklamirkan pasangan dengan Rusmadi,” ujar Siswadi.

“Ini artinya, satu poin Andi Harun, telah melanggar. Kami belum putuskan, tapi beliau sudah putuskan lebih dulu. Kalau kami calonkan Andi Harun, belum tentu pasangannya Rusmadi!” tambah Siswadi.

Siswadi menegaskan, pada masa pendaftaran, Rusmadi Wongso tidak mendaftar di DPC PDIP Samarinda. “Rusmadi tidak mendaftar di PDIP, mustahil akan direkomendasikan. Itu dasarnya,” tegas Siswadi.

Dalam kesempatan itu Siswadi menilai Andi Harun mendahului hasil survei DPC PDIP. (Foto : Niaga Asia)

“Kenapa sulit Andi Harun dan Rusmadi? Karena Rusmadi tidak mendaftar di PDIP. Jadi, tidak mungkin PDIP memprosesnya,” terang Siswadi.

Siswadi menyampaikan itu, menjawab pertanyaan publik, yang menanyakan kebenaran soal Rusmadi sebagai kader yang diusung PDIP. “Saya tegaskan, Rusmadi bukan kader PDIP. Bahwa pernah dicalonkan (sebagai calon Wakil Gubernur Kaltim), iya,” sebut Siswadi.

“Sulit rasanya (mendukung Rusmadi) karena tidak daftar di PDIP. Jadi sulit merekomendasikan. Kecuali, kalau (Andi Harun), belum tentukan sikap untuk calon wakilnya,” jelas Siswadi lagi.

“Penjelasan ini penting, karena sudah bergulir. Baliho (berwajah Andi Harun dan Rusmadi) sudah ada. Kami harus menjawab situasi politik terkini di Samarinda,” tegasnya lagi.

Jangan Mendahului

Dalam kesempatan itu, Siswadi juga mengungkap 12 nama-nama yang mendaftar, sebagai bakal calon kandidat di Pilkada Samarinda dari PDIP. Diantaranya M Barkati, Apri Gunawan, Meiliana, Zairin Zain, serta Victor Yuan.

“Tiga kader, 9 tokoh masyarakat dan parpol. Yang jadi pertimbangan DPP nanti, pasti dari DPC. Penjelasan resmi hari ini ke teman-teman media, kami juga sudah koordinasikan bersama DPD PDIP,” ungkap Siswadi.

“Sulit Andi Harun, mendapatkan rekomendasi kami karena telah mendahului, menyalip. Padahal, kami masih proses survei, tapi (Andi Harun) sudah menentukan calonnya. Kalau masih harapkan dukungan, jangan mendahului,” tegas Siswadi lagi.

Masih dijelaskan Siswadi, diperkirakan, survei yang dilakukan DPC PDIP Samarinda saat ini, beres di bulan Februari 2020 mendatang. Sebulan kemudian, akan diketahui nama calon kandidat Pilkada Samarinda, yang akan diusung PDIP. “Bulan Maret, hasilnya sudah turun,” tutup Siswadi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *