aa
Bangunan SDN 02 Desa Liang Bunyu, Sebatik lapuk dimakan usia. (Foto Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pemerintah Kabupaten Nunukan akhirnya memutuskan untuk merenovasi  ruang belajar SD Inpres Soeharto (SDN 02) di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik peninggalan orde baru. Sekolah yang sudah berusia 32 tahun lebih tersebut, konstruksi ruang belajar direnovasi tahun ini dengan anggaran sebesar Rp200 juta.

“Dana renovasi diperuntukan bagi perbaikan ruang belajar yang  terbuat dari kayu. Sekolah itu sudah lama rusak, tapi yang bisa dilakukan hanya perbaikan yang sifatnya tambal sulam, tahun ini kita lakukan perbaikan menyeluruh,” kataKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdkbud) Nunukan H. Junaidi, Kamis (14/11/2019).

Menurut Junaidi, meski bangunan SDN 02  dari kayu itu sudah lama rusak berat, pihak sekolah tetap menyelenggarakan pendidikan sesuai aturan pemerintah, para guru berinisiatif mengganti beberapa bagian dinding dan lantai yang sudah lapuk dengan kayu seadaanya.

“Pengajuan anggaran perbaikan sudah dilakukan bertahun-tahun, tapi baru tahun ini tersedia,” katanya. “Setelah direnovasi kita harapkan proses belajar mengajar semakin baik dan nyaman,” kata Junaidi.

Masih untuk SDN 02, kata Junaidi, Disdikbud Nunukan tahun 2020 kembali mengusulkan bantuan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan sebesar  Rp 750 juta bagi membangun tiga ruang belajar baru.  Untuk SDN 05 Setabu, Kecamatan Sebatik, Disdik Nunukan melalui Kementerian PUPR juga minta  dana sebesar Rp 1,5 miliar bagi menambah  ruang belajar.

“Kedua sekolah itu fisik bangunannya  memprihatinkan karena kayu bangunan sudah lapuk,” sebutnya.

Kerusakan parah sekolah Inpres Soeharto di Pulau Sebatik , juga disampaikan anggota DPRD Nunukan  dari dapil Sebatik, Andre Pratama dalam rapat pembahasan anggaran bersama Disdikbud Nunukan dan minta Disdikbud memprioritas pengusulan dana perbaikannya.

“Dari tahun 2006 saya lihat sekolah itu tidak pernah diperbaiki, bangunan sekolahnya kasihan rusak-rusak,” bebernya.

Andre minta Disdikbud mengajukan usulan dana perbaikan sekolah yang bersumber dari DAK Pendidikan/APBN  bagi  tiap kecamatan agar tidak muncul kecemburuan sosial, dan berkeadilan.

“Perbaikan sebagian sekolah, dananya bisa dari DAK, bisa juga dari APBD Nunukan,” kata Andre. (002)

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *