Pemkot Samarinda Siapkan 24 Ribu Paket Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang saat memimpin Rakor Percepatan Penangganan Covid 19, di teras Rumah Jabatan, Minggu (12/4) malam. (Foto Diskominfo)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mempersiapkan 24 ribu paket sembako untuk membantu warga yang terdampak akibat wabah pandemi Covid-19. Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang memastikan paket tadi akan terbagi sebelum masuk bulan suci Ramadhan. Kini kata dia Sekretaris Daeran Kota Samarinda Sugeng Chairuddin tengah merancang teknis pembagian sembako tadi bersama para Lurah dan Camat.

“Insya Allah setiap Kecamatan nantinya akan kita siapkan sebanyak 2.400 sembako, kini pak Camat dan Lurah lagi mendata siapa-siapa warganya yang berhak menerima akibat terdampak oleh wabah ini sehingga menganggu ekonomi keluarganya,” kata Walikota saat memimpin rakor penangganan Covid 19, di teras Rumah Jabatan, Minggu (12/4) malam.

Tak itu saja, Pemkot juga kata dia bakal menyiapkan sebanyak 100 ribu masker yang nantinya akan dibagikan secara gratis ke warga. Kini pihaknya lagi mengumpulkan hasil produksi dari para pelaku pengrajin lokal di Samarinda.

“Kami upayakan untuk membeli masker hasil dari pelaku usaha lokal. Dan tersebar jadi tak hanya mengutamakan satu pelaku usaha saja. Asal sesuai dengan kualitas yang diinginkan dan sanggup memproduksi banyak pasti kami beli,” tambah Jaang.

Sementara, terkait perkembangan  pandemi virus Corona di kota Samarinda sendiri, ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 ini mengatakan jika lima pasien dengan kasus positif yang ada saat ini tidak satu pun diantaranya terjadi akibat transmisi lokal, artinya semua murni terjangkit dari luar Samarinda.

Bahkan kata Jaang, hasil rapid test kepada keluarga lima pasien yang postif tadi hasilnya menunjukan negatif semua. “Alhamdulillah ini mungkin menjadi khabar baiknya karena hasil test yang keluar hari ini menurut informasi dari dr Ismed semua keluarga pasien yang tinggal satu rumah menunjukan hasil negatif,” urainya.

Kendati demikian, ia tetap meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak hingga cukup dirumah aja sebagai bagian upaya untuk memutus penyebaran virus corona di kota Tepian. Mengingat sambungnya menurut hitung-hitungan tim dari kesehatan puncak dari wabah ini sendiri akan berlangsung di dua minggu kedepan.

“Artinya kita perlu langkah antisipasi untuk menyikapi ini, harapan saya kalau pun ada yang positif tapi waktunya tidak bersamaan sehingga tenaga medis bisa optimal memberikan pelayanan kesehatan bagi yang sakit,” kata Jaang mengakhiri. (KMF4)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *