aa
Runway Bandara Juata Tarakan diperpanjang arah ke laut sepanjang 250 meter. (Foto HO/Net)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini mengusulkan ke pemerintah pusat pengembangan dua  bandar udara (Bandara) dan satu lapangan terbang. Dua bandara itu adalah, Juata Tarakan, Tanjung Harapan di Tanjung Selor, dan  satunya lagi lapangan terbang di Long Pujungan, Kabupaten Malinau.

“Pengembangan infrastruktur dua bandara dan satu lapangan terbang itu sesuai arahan Bapak Presiden saat berkunjung ke Kaltara pada 17-18 Desember tahun lalu, salah satu program prioritas yang kita usulkan adalah peningkatan dan pengembangan Bandar Udara (Bandara) serta Lapangan Terbang (Lapter) di Kaltara,” ungkap Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, Kamis (9/1/2020).

Menurut Irianto, Bandara Juata Tarakan diusulkan perpanjangan runway atau landasan pacunya  sepanjang 250 meter ke arah laut, sehingga nanti total panjang landasannya menjadi 2500 meter. Dengan demikian nanti Bandara Juata bisa didarati pesawat yang lebih besar lagi. Bahkan pesawat yang langsung ke luar negeri pun bisa dari Tarakan.

“Usulan ini saya sampaikan langsung ke Pak Presiden Jokowi saat ke Kaltara akhir 2019 lalu. Alhamdulillah, beliau langsung merespons dan meminta kepada Menteri Perhubungan untuk menindaklanjutinya,” kata Irianto.

Perpanjangan runway Bandara Juwata Tarakan, juga bertujuan untuk meningkatkan intensitas penerbangan.  Dari informasi pihak Bandara Juwata, rencana ini masih dalam tahap pengusulan masterplan. Masterplan-nya sudah ada, tapi masih perlu perbaikan.

aa
Grafis Pengembangan Bandara dam Lapangan Terbang di Kaltara. (Grafis Infopubdok Kaltara)

Untuk perpanjangan Bandara Juwata ini, perlu pula kajian lingkungannya. Dalam artian perlu menyusun AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), mengingat perpanjangannya ke arah laut, sehingga perlu mereklamasi sebagian wilayah pantai.

“Selain itu, Pemprov Kaltara juga mengusulkan penyelesaian proyek pembangunan kanal dan dermaga speedboat terintegrasi dengan Bandara Juwata Tarakan,” kata gubernur.

Selain bandara, tahun ini juga ada rencana pengembangan Lapter di Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau.  Pendanaannya, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara 2020, sebesar Rp 3 miliar.

Fokusnya adalah  peningkatan dan perpanjangan runway lapter Pujungan. Eksisting runway lapter Pujungan sendiri saat ini 570 meter. Ditargetkan panjang runway-nya menjadi 600 meter.

“Selain itu, badan runway juga akan ditingkatkan dari kondisi rumput menjadi aspal Lapen (lapis penetrasi). Untuk tahun ini, akan dilakukan pengerasan dulu,” kata gubernur.

Kemudian, lanjutnya, Dishub Kaltara juga tengah memproses pengembangan Bandara Tanjung Harapan, Bulungan.  Saat ini secara bertahap dilakukan ganti rugi lahan yang akan dibebaskan. Melalui APBD 2020 dialokasikan Rp 17 miliar.

“Untuk pembebasan lahan ini, secara teknis nanti akan dikoordinasikan dengan Pemkab Bulungan, karena informasinya ada beberapa lokasi lahan yang masih bermasalah,” ungkap Irianto. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *