Ketua DPRD Berau, Madri Pani. (foto dokumen)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –APBD Berau  yang merosot di tahun 2021  karena sektor pertambangan dan penggalian  yang  selama dominan menyumbang pertumbuhan ekonomi di Berau dimasa pandemi COVId-19 ini kondisinya tidak bagus.

“Pemerintah daerah harus mencari solusi agar pertumbuhan ekonomi kedepan tetap positif. Pasalnya, dengan ketergantungan ekonomi pada satu sektor (pertambangan), saja, berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kedepan bila kondisinya anjlok,” kata Madri Pani.

“Pemkab harus mencari sumber-sumber lain untuk meningkatkan pendapatan daerah selain dari bagi hasil batubara,”  tambahnya.

Sektor ekonomi yang perlu dipacu, kata Madri Pani, yakni ekowisata karena pada dasarnya sudah tumbuh kembang agar peranannya lebih besar dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Program pemerintah harus diefisienkan karena tugas pokok menangani COVID-19 belum selesai. Untuk memutus mata rantai penularan wabah virus non-alam (Covid-19), kata Madri Pani,  pemerintah daerah diharapkan dapat mengundang perusahaan-perusahaan di Berau untuk bersama mengentaskan masalah  COVID-19.

“Atau kalau tidak, mereka juga bisa meminta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk memberi tambahan anggaran guna mengendalikan ataupun mengakhiri penyebaran virus, sesuai dengan yang kita harapkan,” tutupnya. (mel/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *