Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto saat memberikan penjelasannya, Senin (1/7). (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kepolisian memastikan aktivitas tambang batubara di Makroman, Samarinda Ilir, menelan korban. Dua pekerja, yang dikabarkan sebagai operator alat berat, tertimbun bersama alat beratnya akibat longsor. Tim SAR gabungan masih mencari korban sampai siang ini.

Kedua korban pekeria tambang diketahui adalah Ferdinan (29) dan Naorman (55) dikabarkan sebagai operator ekskavator, tertimbun Minggu (30/6) kemarin, sekira pukul 02.40 WITA.

“Kejadian itu benar ya, dan dari kemarin, tim Reskrim Polresta dan Polsek Samarinda Kota, sudah ke TKP (tempat kejadian perkara),” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, ditemui Niaga Asia di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Senin (1/7).

Vendra menerangkan, kondisi medan lokasi kejadian cukup berat. “Dari kemarin kita bantu menolong korban karena tertimbun cukup dalam. Jadi, perlu alat berat untuk pertolongan pertama,” ujar Vendra.

“Iya, ada 2 orang korban, bersama alat beratnya. Kalau dari laporan awal kejadian yang kami terima, sebelumnya tidak ada pekerjaan di lokasi,” tambah Vendra.

Vendra menyebut, lokasi areal tambang milik perusahaan swasta. “PT MTA ya. Kejadiannya memang malam-malam, iya sekitar jam 3 dini hari. Sementara, baru 1 orang yang kita mintai keterangan. Dia itu pekerja yang selamat dari kejadian itu,” ungkap Vendra.

Sampai sekarang, lanjut Vendra, kedua korban masih dicari tim SAR gabungan. “Iya, pncarian masih dilakukan sampai sampai sekarang ini,” pungkas Vendra.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang di Makroman itu, diduga ilegal yang dilakukan di atas tanah milik Pemkot Samarinda, yang sudah dibebaskan dari warga Samarinda. Bahkan, masih di lokasi, tanah Pemkot itu, juga ditemukan banyak kerusakan, diduga akibat tambang batubara liar. Sejumlah pihak, termasuk ormas, menjaga akses masuk menuju lokasi. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *