Anggota DPR RI Dapil Kaltim Irwan Fecho. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Keterbatasan pembangunan di beberapa daerah di Kaltim perlu perhatian khusus. Terutama, untuk daerah yang minim sentuhan pembangunan, semisal di Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah satu anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irwan Fecho mengatakan, berkomitmen memperjuangkan pembangunan di daerah tersebut. Seperti, beberapa program unggulan terkait pembangunan dan pemeliharaan, khususnya aksesibilitas, konsisten dia kawal mulai dari pusat.

“Perlu ada preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional kabupaten Kukar di tahun 2020,” kata Irwan, dalam keterangan tertulis diterima Niaga Asia, Jumat (14/2).

Beberapa program yang dia perjuangkan adalah preservasi jalan Loa Janan – BTS Tenggarong – Tenggarong – kota Samarinda sepanjang 95,25 kilometer, termasuk jalan jembatan sepanjang 0,49 kilometer.

Lalu, pemeliharaan jalan rutin SP3 Lempake – SP3 Sambera, sepanjang 19,63 kilometer serta pembangunan Jembatan Bakungan sepanjang 0,1 kilometer. Kemudian, pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, rawa dan tambak.

“Lalu ada pembangunan bendungan di Kecamatan Marangkayu, sekaligus supervisi pembangun bendungan irigasi di Marangkayu dan pembangunan tata air tambak daerah irigasi tambak di Marangkayu,” jelas politisi Demokrat itu.

Selain itu, perlu pembinaan dan pengembangan sistem air minum di daerah Loa Kulu dan Samboja. Untuk itu, program di dua kecamatan tersebut ialah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK), dimulai dari infrastruktur jaringan perpipaan.

Lalu, Irwan juga mengutarakan programnya untuk kebutuhan air bersih di Kecamatan Muara Badak, dan juga di kecamatan Kota Bangun. “Harus ada penyediaan serta pengelolaan air tanah dan air baku untuk Kukar. Jadi, memang perlu ada pembangunan jaringan dulu,” ungkapnya.

Irwan juga menjelaskan, pembangunan di Kukar melalui APBN di Kementerian PUPR, juga akan terus dia suarakan.

“Ahamdulillah kami di Komisi V sebagai satu-satunya wakil Kaltim, komitmen mengawal aspirasi masyarakat Kaltim di bidang Infrastruktur, transportasi dan desa, pembangunan daerah tertinggal serta transmigrasi,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga akan memperjuangkan alokasi APBN, untuk pembangunan di wilayah perbatasan Kaltim di tahun 2020. Khusunya wilayah yang langsung berbatasan dengan Malaysia, yakni daerah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dan Kutai Barat (Kubar).

“Kita perjuangkan dan setujui alokasi program dan anggaran APBN, untuk bangun perbatasan Kaltim. Semoga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kaltim,” tutup dia. (009)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *