Sketsa stadion yang dibangun di Teluk Bayur. (foto dokumen DPUPR Berau)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –Pembangunan stadion sepakbola  yang juga dilengkapi untuk menyelenggarakan pertandingan sejumlah cabor lainnya  di  Teluk Bayur yang dilanjutkan Pemkab Berau sejak bulan Agustus lalu, diharapkan Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, dalam pelaksanaannya jangan sampai merugikan warga sekitar.

“Masyarakat kan juga punya hati, artinya mereka pun bisa diajak kompromi. Tapi kalau pemerintah daerah tidak bisa kompromi ya masyarakat juga tidak bisa kompromi. Semuanya pasti ada jalan keluarnya. Apalagi venue atau lokasi untuk olahraga itu memang juga penting, dan stadion olimpic mini juga baru pertama dibangun di Berau, tentu kita juga mendukung ini,” kata Rudi.

Walaupun keberadaan stadion sangat penting,  tapi jangan sampai mengabaikan kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain stadion, di lokasi yang sama juga akan dibangun sirkuit untuk cabor road race. Dan saat ini hanya tinggal melakukan pembebasan lahan secara bertahap.

“Tinggal bagaimana caranya Pemda dapat melakukan mediasi secara baik untuk masalah pembebasan lahan itu. Namun kalau tidak ada jalan keluarnya berarti komunikasinya putus. Kalau bisa masyarakat juga diuntungkan dalam hal ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, pembangunan stadion tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Berau, H.Agus Tantomo. Dalam kunjungan tersebut, stadion yang dalam proses dibangun dan rampung Juli 2021, dengan nilai anggaran Rp 52 miliar itu disebut akan menjadi kebanggaan masyarakat Berau. Tinjauan yang dilakukan Wabup adalah dalam rangka mempersiapkan Porprov yang akan digelar 2022 mendatang dimana Berau mendapat SK sebagai tuan rumah. (mel/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *