aa
Delegasi PNR dan Direktur Utama PT INKA (Persero, Budi Noviantoro beserta beberapa GM melakukan peninjauan pengiriman DMU Ekspor ke Filipina (30/11). (Foto PT INKA)

SURABAYA.NIAGA.ASIA-PT INKA (Persero) mulai melakukan pengiriman 2 rangkaian kereta Diesel Multiple Unit (DMU) ke Filipina di Pelabuhan Jamrud Tanjung Perak Surabaya (30/11). Pengiriman Kereta pesanan Philippine National Railways (PNR) ini merupakan ekspor batch 1 dari beberapa pesanan kereta yang dibuat di pabrik kereta api Madiun ini. Diperkirakan, DMU Filipina akan sampai di Pelabuhan Manila diperkirakan pada tanggal 7 Desember 2019.

Menurut Direktur Utama PT INKA (Persero, Budi Noviantoro, DMU Filipina ini memiliki spesifikasi 1 rangkaian terdiri dari 3 kereta. Dengan desain kursi berhadap-hadapan menunjang kapasitas angkut penumpang untuk rute dalam kota, yakni antar Stasiun Tutuban ke Stasiun Alabang.

“Nilai kontrak 2 DMU tersebut sebesar 485 Juta Peso atau 134 Miliar Rupiah,” ungkapnya, sebagaimana dilislis di situs INKA..

Dikatakan Budi, selain 2 rangkaian DMU ini, PT INKA (Persero) juga sedang memproduksi pesanan dari Philippine National Railways lainnya antara lain 4 DMU dengan nilai kontrak 1 Miliar Peso atau Rp296 Miliar, serta 3 lokomotif dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak 1.3 Miliar Peso atau Rp362 Miliar.

“Sehingga keseluruhan nilai kontrak yang diraih PT INKA (Persero) untuk pengadaan kereta Philippines National Railways sejumlah Rp792 Miliar,” tandasnya.

Terima Delegasi Zambia

Sehari sebelumnya, PT INKA  menerima kunjungan delegasi dari Negara Zimbabwe yang dipimpin oleh  Duta Besar Republik Indonesia di Harare, Repubik Zimbabwe merangkap Republik Zambia, Duta Besar Dewa Made Juniarta S.

aa
Duta Besar untuk Zimbabwe dan Zambia, Dewa Made Juniarta S saat bertemu dengan Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro. (Foto PT Inka)

Beberapa delegasi hadir dari perwakilan pemerintah Zimbabwe yakni Minister of State for Provincial Affairs of Bulawayo Metropolitan Province of Republic Zimbabwe, Mrs Judith Ncube serta Chairman of The Board of The National Railways of Zimbabwe, Mr Martin T Dinha. Delegasi disambut langsung oleh Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro.

Sebelumnya delegasi Zimbabwe sudah melaksanakan pertemuan dengan beberapa kementerian dan instansi di Jakarta antara lain dengan Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Luar Negeri RI serta Eximbank.

“Sementara agenda di Madiun dipusatkan di 2 tempat yakni di PT INKA (Persero) untuk membuka potensi pengadaan sarana kereta api dan di API (Akademi Perkeretaapian Indonesia) untuk peluang Transfer of Knowledge,” kata Budi Noviantoro dalam rilisnya di inka.go.id.

Sebagai BUMN manufaktur kereta api satu-satunya di Asia Tenggara, PT INKA (Persero) menawarkan berbagai peluang kerjasama dengan Negara Zimbabwe, khususnya dengan National Railways of Zimbabwe.

“Beberapa peluang tersebut antara lain pembangunan sistem prasarana dan sarana transportasi logistik meliputi pembuatan kereta baru maupun perbaikan kereta, peningkatan prasaran fasilitas depo kereta. Serta capacity building melalui transfer of technology dan maintenance service agreement,” ungkap Budi. (001)

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *